Senin, 14 Februari 2011

Cerpen... "Yah.. Lihat fixie ku"


“Yah… Lihat Fixie Ku….”
           
            Alarm pagi ini telah berbunyi. Hari ini adalah hari Senin, seperti biasanya gue, kakak gue dan ayah selalu berebut untuk masuk kamar mandi terlebih dahulu.
            “Rikas, Steven, kalian ngalah dong sama ayah, ayah sudah telat pergi ke toko” kata Ayah.
            Mau tidak mau kami harus mengalah kepada Ayah, kalau Ayah telat penghasilan dari toko kami pasti berkurang dan itu pasti berpengaruh dengan kehidupan ekonomi keluarga gue yang cukup susah..
            Setelah semua selesai mandi dan sarapan, kita semua berangkat. Kak Steven berangkat bersama ayah menggunakan sepeda motor, kebetulan kampus Kak Steven dekat dengan toko Ayah. Sementara itu gue harus ke sekolah menggunakan sepeda tua milik ayah. Huftt…
            Di tengah jalan menuju sekolah, gue bertemu dengan sekelompok anak SMA yang menamakan kelompok mereka dengan sebutan “Anak Gowes”. Mereka menggunakan sebuah sepeda rakitan bernama sepeda fixie. Ya, sudah sejak lama gue ingin punya sepeda itu, gue juga pernah mencoba meminta kepada ayah namun sesuai dengan yang gue perkirakan ayah selalu berkata
            “Kalau kamu ingin sesuatu, kamu harus bisa kerja keras untuk mendapatkannya, kamu harus menabung untuk mendapatkan barang itu” ujar Ayah.
            Lama melamun gue sempat berpikiran untuk bekerja, tapi kerja apa? Mana ada perusahaan yang mau nerima pegawai yang masih berseragam SMA?  Batin gue.
            Setelah tiba di sekolah, gue memarkirkan sepeda butut gue diantara sepeda-sepeda milik Adzam dan kawan-kawan. Ya, Adzam merupakan ketua genk “Anak Gowes” di sekolah sekaligus anak dari penyumbang dana terbesar untuk sekolah gue. Sebelum masuk kelas, gue melihat ada seorang loper koran sedang melempar koran ke halaman rumah yang ada di depan sekolah gue. Ting!! Seperti mendapat ilham
            “Gue bisa jadi loper koran, gue bisa bangun pagi untuk mengantar koran dan penghasilan dari loper koran akan gue tabung untuk beli sepeda fixie yang gue mau.. Asikk pulang sekolah gue akan cari agen koran.. ” Kata gue bersemangat.
            Saat berjalan menuju kelas, gue ngeliat dia. Cewek yang selama ini gue taksir. Winnie namanya, cantik, pintar, salah 1 anggota modern dance yang ada di sekolah. Gue udah mendem perasaan ini 2 tahun, gue gag pernah berani untuk nyapa apalagi nembak dia. Tapi hari ini gag tau kenapa gue pengen nyapa dia, baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba,
            “Winnie” Panggil Adzam. Yak lagi lagi gue kalah sama Adzam , dan niat gue untuk mendekati Winnie sirna setelah melihat mereka berdua jalan bareng menuju kelas. Fiuh udah nasib.
            Sepulang sekolah gue menyempatkan diri untuk mampir ke agen koran milik Pak Freddy yang merupakan ayah dari Winnie.
            “Pak, saya ingin melamar sebagai loper koran, apa ada lowongan untuk saya?” Tanya gue ke Pak Freddy.
            “Wah kebetulan banget, kemarin pegawai saya baru saja mengundurkan diri dan hari ini saya kualahan mengantar pesanan koran pelanggan, baiklah kamu saya terima besok datang jam 5 pagi dan akan mulai mengantar koran besok , bagaimana?” Tanya Pak Freddy.
            “Baiklah pak, saya akan datang sebelum jam 5 dan tidak akan telat” Kata gue mantab.
            “Saya pegang janjimu” kata Pak Freddy sambil tersenyum.
            Entah kenapa gue senang sekali mendapat pekerjaan itu, entah memang karena pekerjaannya atau senang karena mungkin gue bisa lebih dekat dengan Winnie. Siapa yang tahu? Sebodo amat yang penting gue dapet kerja dan gue bisa nabung dengan upah nya dan membeli sepeda fixie impian gue.
            Keesokan pagi nya gue bangun jam setengah 5 pagi dan langsung berangkat menuju agen koran Pak Freddy. Gue enjoy sama pekerjaan baru gue. Ya gue harus giat bekerja untuk membeli apa yang gue inginkan.
            Sebulan berlalu, gue sudah sangat mencintai pekerjaan gue dan gue semakin dekat dengan Winnie. Suatu hari setelah mengantar koran, gue pamit sama Pak Freddy dan Winnie untuk pulang. Namun di tengah jalan gue di hadang sama segerombolan “Anak Gowes” pimpinan Adzam.
            “Lo ngapain ke rumah Winnie terus? Ada hubungan apa lo sama Winnie?” Tanya Adzam dengan emosi.
            “Kenapa? Ada masalah? Lo bodoh atau gimana sih? Gue kan loper koran, gue kerumah Winnie untuk ambil koran yang akan gue anter ke rumah pelanggan” Jawab gue sewot.
            “Kalo lo Cuma loper koran, ngapain lo deket-deket Winnie? Pake acara cari muka sama bokap nya!!!” Adzam lebih sewot dan cuhh dia meludah kearah gue.
            Plak..Guplak..Gedebug..Gubrag..
            Gue pingsan. Gue gag inget apa-apa lagi, yang gue tahu cuma gue di keroyok temen-temennya Adzam sampai gue kayak gini. Kepala cenat cenut, seluruh badan gue sakit. Gue terkapar di rumah sakit.
            Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk dan mereka pun masuk.
            “Hai Rikas, kok lo bisa kayak begini?” Tanya Winnie yang kelihatan cemas.
            “Iya sob, lo kenapa? Siapa yang ngelakuin ini semua ke lo? Bilang sama gue biar gue ama anak-anak yang bales semua nya” Kata Adzam.
            Gue berusaha untuk tenang, walau sebenarnya hati gue panas banget.
            “Masih sakit ya kas?” Tanya Winnie.
            Gue mengangguk.
            “Ya udah, lo istirahat aja ya, gue mau pamit, gag bisa lama-lama soalnya mau ada bimbel” Kata Winnie
            “Makasih Win” kata gue lirih.
            “Iya bro, gue juga pamit, mau antar Winnie bimbel, lo santai aja, gag usah mikir apa-apa, biar lo cepet sembuh” Senyum Adzam penuh kemenangan.
            Hati gue udah panas banget, mereka berdua lalu menuju pintu untuk keluar, Winnie diikuti oleh Adzam, pintu dibuka Winnie keluar, Adzam??   Prak… Gumprang…Jedug..
“Aduhhhh sakittt!!” teriak Adzam kesakitan.
Ya gue ngelempar Adzam pake tempat makan alumunium. Biar tahu rasa dia, gue puas.
Tapi kejadian itu bikin Ayah marah, kenapa? Ternyata Bokap Adzam adalah teman baik Ayah dari SMA. Bokap Adzam sering meminjamkan modal jualan untuk ayah dan memberi orderan untuk Ayah.
Sejak kejadian itu, toko Ayah menjadi sepi, orderan pun sudah tidak ada, keuangan keluarga kami menurun drastis. Beruntung Kak Steven telah magang di sebuah perusahaan bank swasta dan kami sepakat untuk menyisihkan 75% dari hasil kerja kami untuk membantu keuangan keluarga. Tapi jika gue mengingat sepeda fixie keluaran terbaru, niat gue untuk membantu keluarga sedikit goyah. Beruntung Kak Steven selalu menasihati dan menguatkan gue.
Di setiap akhir bulan, gue dan Kak Steven selalu memberi 75% dari hasil gaji kami kepada Ibu. Ibu sangat senang sekali, dan gue ikut terharu setiap Ibu menerima uang dari kami, Ibu selalu menitikkan air mata.
Beberapa hari setelah itu gue ngerasa ada yang aneh di rumah. Ibu sekarang sibuk ngurus toko Ayah. Memang belakangan kesehatan Ayah sempat menurun, namun ia enggan untuk di bawa ke rumah sakit dengan alasan hanya pusing biasa saja nanti juga sembuh.
            Ayah juga jadi sering menelepon keluarga-keluarga kami di luar kota, dan Ayah selalu berkata ingin pergi keluar kota untuk mengunjungi mereka setelah sehat nanti.
            Tiga bulan berlalu, kesehatan Ayah juga membaik. Beliau mulai sibuk dengan rutinitas harian nya menjaga toko kami. Ibu terlihat bahagia. Walau keadaan keuangan keluarga sudah membaik, gue tetap memberi 25% hasil gaji gue untuk diberikan kepada Ibu.
            Hah? 25%? Itu artinya gue udah bisa membeli sepeda fixie yang gue inginkan. Kapan ya kira-kira belinya? Sama siapa? Winnie? Ah lupakan dia sudah jadian dengan Adzam. Nanti bisa repot lagi.
            Ya udah gue mutusin untuk pergi ke bengkel sepeda sendiri. Gue keliling bengkel sepeda dan mencari sepeda fixie yang gue inginkan. Yak pilihan gue jatuh pada sepeda fixie berwarna putih dengan aksen warna biru di beberapa bagiannya. Setelah membayar, gue minta untuk menitipkannya di rumah Pak Freddy. Sengaja gak langsung gue pake, kira-kira seminggu lagi baru akan gue pamerkan kepada orang-orang termasuk Ayah, Ibu dan Kak Steven. Gue ngerasa sepeda yang gue beli ini sebagai pembuktian kepada Ayah kalo gue udah bisa mandiri.
            Sementara itu tiba-tiba Winnie datang menghampiri gue, yang sedang istirahat setelah mengantar koran. Dia mengaku telah putus dengan Adzam. Hah? Berita bagus, berarti gue bisa deketin dia lagi.. Yes!!
            “Kas, maafin gue” bisik Winnie. Dia nyesel banget sempat menjauh dari gue gara-gara Adzam.
            “Gak apa-apa Win, lupain aja yang udah lewat” Jawab gue.
            Cupp.. Tiba-tiba kecupan hangat mendarat di pipi kiri gue. Ciuman yang bisa bikin Jantung gue cenat-cenut dan merasa seperti melayang ..
            Suatu hari, gue disuruh lembur oleh pak Freddy karena besok adalah hari libur. Meski males, gue gak bisa nolak permintaannya.
            Biar gak ada yang ganggu gue saat hitung koran, gue sengaja silent ponsel gue dan memasukkannya ke dalam loker.
            “Gak akan ada yang nelpon gue malem-malem, besok jam 5 pagi baru akan gue lihat ponsel nya” Batin gue.
            Tepat pukul 05.05 WIB gue selesai menghitung koran-koran. Gue check ponsel gue yang ada di loker. Loh? Ada 10 Missed Calls dari Ayah dan 15 Missed Calls dari Kak Steven. Ada apa ini? Baru gue ingin telepon balik, tiba-tiba ponsel gue bergetar, ternyata itu dari Kak Steven.
            Dia marah sekali karena gue susah di hubungin. Gue Disuruh pulang secepatnya.
            “Emang ada apa kak?” Tanya gue penasaran.
            “Nanti lo liat sendiri di rumah” Jawab Kak Steven yang terdengar sangat lirih.
            Gag tau kenapa gue ingin pulang membawa sepeda fixie yang baru gue beli. Setelah berpamitan dengan Pak Freddy, gue kayuh sepeda fixie baru gue dengan kecepatan tinggi. 10 Menit kemudian gue udah sampai. Ada bendera kuning di depan rumah. Dan ternyata Ayah meninggal pukul 04.00 .
            Gue lemes, lunglai, diam seribu bahasa. Kehilangan seorang Ayah merupakan hal yang berat buat gue. Ayah yang selalu mengajarkan gue untuk selalu bekerja keras, pantang menyerah dan selalu berdoa untuk mendapatkan apa yang gue inginkan.
            Tiba-tiba gue ingat dengan sepeda fixie yang gue beli dengan hasil keringat gue sendiri. Sepeda yang belum sempat gue perlihatkan kepada Ayah. Gue lalu beranjak keluar dan membawa sepeda fixie gue masuk. Gue harap ayah melihatnya. Gue harap Ayah bangga sama gue.
            Gue tercenga, menitikkan air mata sambil berkata “Yah, lihatlah sepeda fixie ku”.

Valentine's Day


Valentine’s Day

Menurut kalian apa itu Valentines day? Apa kalian tau sejarah asal mula perayaan valentine? Apa kalian hanya merayakan hari valentine tanpa tau makna dan sejarah dari valentine tersebut? Oke sekarang gue mau cerita tentang sejarah valentine yang gue tau. Hmm bisa di percaya atau tidak, karena ini merupakan sebuah mitos yang belum tentu akurat kebenarannya. Siap? Gue akan mulai bercerita..

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.
Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.
            Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.
Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : Dengan Cinta dari Valentinemu.”
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya yang terdiri dari bocah kecil, remaja, dewasa sampai usia lanjut turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikt merayakan hari tersebut.
Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari? kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus, dengan perhatian yang tulus, mereka merasa sangat berharga dan itu dapat membuat mereka smakin yakin bahwa ia dicintai oleh banyak orang.
Itulah sekelumit kisah tentang sejarah terjadinya hari valentine, percaya atau tidak itu adalah urusan pribadi kalian masing-masing. Yang pasti 1 hal, mungkin kalian tidak percaya dgn kisah diatas, tapi kalian harus percaya dgn kekuatan Cinta, tdak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta sejati yang tulus.. Apapun bisa kita hadapi apabila kita di kelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita dengan tulus. J

Gue, Kris Aji mw ngucapin Happy Valentines day buat Ortu gue, Abang gue, Temen2 gue dan semua orang yang yakin dengan cinta sejati. Happy Valentine <3




Selasa, 08 Februari 2011

Cerita Harian Ketua OSIS Bodoh :)

           
 Emph gag ada yang akan menyangka seorang Kris Aji Irawan yg caur, odong, Gag gahol, Pendiam, baik hati tapi tidak sombong akan menjadi seorang KETUA OSIS di SMA nya… Jangan kan menyangka bahkan memikirkannya adalah suatu hal yg tidak mungkin… percaya atau tidak inilah cerita nyaa…

 Berawal dari Bulan Oktober taun 2009 tepatnya di tanggal 21 Oktober gue ikut yang namanya LDKS, tadinya w udah ogah ogahan ikut tp gatau knp dukungan dari kk klas n temen2 di OSIS 21 membangkitkan smangat gue..hehe.. 2 hari w ikut LDKS n selama itu belum ada pikiran w yg mengarah pasti gue Ketua OSIS nya. Tapi pikiran itu sedikit berubah di hari ke 3 saat masuk kandidat 11 besar. Disana juga ada Dhika, Renny, Jejes, Calvin, Jefry, Cindy, Fandy, Eka, Sujin, dan Vina..
               
Wihh setelah ke 11 pidato tiba saatna pngumuman, Dhika, Jefry dan Jejes telah trpilih sebagai 3 inti MPK, sementara Gue, Calvin dan Renny yg kebagian jadi 3 inti OSIS mesti kampanye ke kelas2 waktu itu huaaaahh gila banget, w , renny n calvin kampanye kayak orang yang jual obat di kacanginn grr mungkin sama kaya yang dialami oleh (vina, indra, barry, kathina dan patris di tahun ini hhe).. Oke tiba saat pngumuman Gue kepilih sebagai KETUA OSIS dengan pemilih sebanyak 189 kayanya. Gue bingung masih ada yang percaya ama gue ya,, padahal dari tampang aja ga ada cocok2 nya jadi pemimpin hha…
               
Senin, (26/10) gue dilantik sebagai Ketua OSIS yang baru menggantikan posisi Kak Vivi huahaha.. busett Apa w bsa jalanin semua tanggung jawab ini? Hanya waktu yang akan menjawab
                
 Di Bulan Desember gue dapet tugas bikin “pensi”, mungkin  ini yang bakal w lurusin sekarang “Pensi” disini selalu dihubung2kan dgn Acara megah, ngundang banyak artis, rame dsb.. tapi disini qta (Baca:OSIS MPK) bener2 dalam keadaan yg sulit disisi pertama anak2 pada pengen acara na yg megah, disisi lain Sekolah yg bener2 gag mau ngeluarin duit sepeser pun juga yang tidak mgijinkan mengadakan acara ini selama 3 hari trnyata berdampak besar, acara yang anak2 qra bakal megah trnyata hanya jadi acara Kumpul2 OSIS. Cacian, Makian serta Hinaan adalah makanan qta setelah acara itu selesai, Tapi bukan OSIS MPK kalo langsung down, sebisa mungkin gue bangkitin lagi smangat anak2 untuk bisa lebih siap lagi dgan hal2 demikian yang akan sering qta dengar n terima….Dan kta pun bangkit…
               
Acara lain yaitu BeaT bareng HAI Skulizm… acara kali ini bener2 bikin qta Smangat lagii, kenapa? Selain acara na cukup meriah, Honda BeAT juga mengundang Abdul n coffe theory yang bqin acara hari itu smakin meriah… 
                
 Jumat (30/4) juga salah 1 hari terdahsyat dalam hidup gue, Malam hari ini adalah Malam Perpisahan sekaligus Inaugurasi untuk murid kls 12. Kenapa w bilang acara terdahsyat? Karna gue DITUNTUT untuk bisa berpidato didepan Pengurus Yayasan, Guru2, Ortu murid serta seluruh Murid kls 12 Angkatan 2009-2010… fiuhh gue deg2an mampuss tapi untunglah w dapat mnjalankan tugas w itu dgn baik hhe Selamat jalan cici n koko
               

Acara yang penting selanjutnya “Pemilihan Duta ANTI Narkoba” bersama BNN dan Telkomsel.. kandidat nya ada renny, dhika, sherly, octi dan juga Reynaldo, dan akhirnya terplihlah Renny sbagai Duta Anti Narkoba di SMA Ananda yang bakal bersaing dengan 9 duta lainnya untuk menjadi duta narkoba di Bekasi,,Lanjutan dari acara Duta Anti Narkoba, klo kemarin pemilihannya hanya di sekolah, sekarang ke tingkat yg lebih luas, Renny (Sekretaris gua) mewakili sekolah untuk ikut ajang yang sama untuk jadi Duta Narkoba Kota Bekasi. dan Renny berhasil terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Kota Bekasi..Smangat Dutt^^…
               
Acara yang paling ditunggu2 oleh semua OSIS MPK angkatan 22 adalah MOS, tahun ini ketua n wakil plaksana adalah Vina dan Indra.. Pra Event adalah hari2 sibuk untuk Gue, Indra, terutama Vina haha kenapa? Yaiyalahhh selama liburan hampir tiap hari qt ke skolah, fiuhh tapi gapapa resiko lah, Toh berkat itu acara na sukses koq..hhe

Slese acara gue seneng dan puas banget karena anak2 buah gue uda bisa kerja sama 1 sama lain J. Hri itu gue bener2 bangga sebagai Ketua OSIS yang bisa mimpin mereka..
               
 Jumat (22/10) telah ada calon pengganti w. cwe besar yang juga adek dr mantan ketos sebelum gue. Vina Ratnasari nama nya beserta Indra dan Gita sebagai wakil n sekretaris. Di bangku MPK ada Livia, Octi dan Decintya yang siap gantiin Dhika, Jefry n Jejes.. Cuma 1 pesen dari gue buat kalian jaga terus kekompakan kalian selama 1 tahun ke depan.. buat OSIS MPK 23 lebih baik lagi dr tahun2 sebelumnya.

Hari ini w nulis cerita ini, bukan sekedar sombong atau gimana, Cuma pengen bagi2 cerita slama gue mnjabat jadi ketua OSIS. Kayak yang ada di pos “Feel it, Taste it, Drink It” waktu w di ldks pait, manis, asem (asin gag mungkin) pasti bakal di rasain di OSIS selama 1 taun menjabat fufufu. Walaupun begitu gue gag bisa memungkiri selama 1 taun ini gue dapet banyakk banget bertemu dengan orang orang baru, banyak berita2, pengetahuan bru ttg KEPEMIMPINAN, Bnyak mendapat PENGALAMAN apalagi tentang cara berorganisasi, , meski mungkin banyak yang gag puas ma kinerja gue n temen2 gue (baca : pengurus OSIS) tapi itulah kami, itulah yang bisa kami lakukan, di OSIS kami belajar, jadi itulah kemampuan kami, kami sudah berusaha semampu kami namun apa daya mohon maaf kalo kinerja kami gag memuaskan 1 taun ini. Mungkin bagi orang yang berpikiran sempit OSIS Cuma sebagai ajang gaya2an, pembantu sekolah, buat apa sih jd OSIS?, karena mereka gag tau ttg kepuasan batin klo acara sukses, sering instropeksi diri klo acara yang dibuat kurang berhasil, dan pasti nya mereka gag tau apa yang bakal di dapetin selama 1 tahun sebagai osis.

 1 tahun bukan lah waktu yang singkat bagi gue untuk memimpin OSIS, banyak kesalahan, kekhilafan yang gue lakuin, suka marah2 gag jelas kalo lagi emosi, suka nyuruh2, suka membentak, suka nyindir, suka makan (loh koq?) sma anak2 buah gue di OSIS . Semua itu gue lakuin pengen buat kalian puna tanggung jawab sama kerjaan kalian… Lwat blog ini gue minta maaf atas kesalahan2 gue slaku ketua kalian..trus buat 6th center makasih guys lo smw dah jadi partner gue yang keren bangettt walaupun para wakil suka ngilang tapi oke lah klo gag ada kalian gag akan ada OSIS MPK 22.^^