Selasa, 28 Mei 2013

PR di Indonesia, Gambaran Umum dan Kelemahannya


Di era komunikasi dan informasi seperti saat ini, peran Public Relations (PR) semakin diperlukan. PR adalah salah satu sub bidang ilmu komunikasi dan sedang diminati, dimana secara praktis, komunikasi adalah tulang punggung dari kegiatan PR. PR memiliki fungsi manajemen, dimana salah satunya adalah bertugas untuk menyusun rencana kerja untuk memperoleh pengertian dan pengakuan dari publik. Profesi PR dapat dikatakan sebagai profesi yang cukup unik karena praktik PR telah memasuki bermacam-macam sektor seperti sektor sosial, industri, pendidikan, kesehatan, politik, pemerintahan, dan sektor lainnya.

Menjadi praktisi PR tidaklah mudah. Hidup praktisi PR selalu penuh dengan ragam kejutan, peristiwa terjadi silih berganti dan semua peristiwa tersebut menuntut penangan terbaik. Penanganan peristiwa itu menuntut strategi komunikasi yang baik, lengkap denagn alternatif serta konsekuensinya.

Dalam buku Strategi Public Relations, Silih Agung Wasesa menjelaskan bahwa strategi PR yang smart bisa menjadi perangkat ampuh bagi perusahaan dalam menghadapi krisis. karena pada dasarnya yang dihadapi adalah soal bagaimana meraih dukungan dan pemahaman publik.

PR yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antar organisasi dengan lembaga lain dan publiknya harus memiliki strategi untuk mengkomunikasikannya. Dalam melakukan strategi, PR tidak lepas dari fungsi publisitas serta bekerja sama dengan Media Massa.

Menurut Wahyu Muryadi, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo dalam menjalankan fungsi publisitas, seorang PR hendaknya memperhatikan unsur-unsur dalam nilai berita. Unsur-unsur dalam nilai berita di antaranya kehangatan atau aktualitas, ada pula unsur kedekatan atau proksimitas, ketokohan atau figur. Selain itu harus berdampak luas atau, angle-nya baru, sesuai misi, harus informatif, keamanan lingkungan, Eksklusif, Prestisius dan juga Kontroversial.

Dalam menghadapi krisis manajemen, tak pelak tugas PR untuk membuat Bad News menjadi Good News. “Harus kuasai masalahnya, ceritakan apa adanya, konteksnya, koreksinya ya just for background. Kemudian perhatikan pembuatan atau penyusunan press release. Press release harus bagus, berisi dan mampu menghidupkannya, jangan lupa testimoni pakar, jangan defensif serta update terus, lalu fokuskan pada sisi baiknya,” ungkap Wahyu Muryadi.

Menurut Wahyu seorang praktisi PR harus mampu memikat pers, “Kalau praktisi yang benar-benar dididik untuk menjadi orang PR, pasti dia sudah tahu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal memikat pers seperti, kegiatan yang harus dilakukan harus mempunyai “Nilai berita” misalnya, apa yang baru atau apa yang istimewa,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan bahwa seorang praktisi PR tidak boleh kenal lelah, harus bekerja keras, selalu kreatif yang sifatnya out of the box. Selain itu, praktisi PR harus sering bertatap muka, itu jauh lebih efektif dan bukan sekedar media visit. Harus mengetahui peta media massa, menguasai dan fokus pada media massa terkemuka nasional, internasional, daerah atau media massa segmented yang berkaitan dengan perusahaan Anda. Jangan lupa juga media sosial yang semakin efektif.

PR harus mengetahui dan memahami media massa, bukan hanya mengandalkan sudah kenal Pemred-nya, Kenal dan berhubungan baik-lah dengan wartawannya. Yang harus disadari juga adalah lakukan sosialisasi atau pengkondisian sejak dini sebelum masalah meledak. “Jadi PR juga harus punya jaringan luas, kenal dan berhubungan baik dengan Editors Club, Forum Pemred, Dewan Pers, SPS, PWI, AJI, IJTI, dan lainnya,” tambah Wahyu.

Wahyu pun menilai setidaknya ada sepuluh kelemahan praktisi PR di Indonesia. Kelemahan tersebut antara lain Pertama, kurang memahami dan menguasai masalah. Kedua, tidak memiliki akses langsung ke pimpinan puncak korporasi. Ketiga, hanya sebagai penyelenggara Konferensi pers (EO). Keempat, kurang cakap memanfaatkan media massa sebagai “free publication” . Kelima, akses ke media massa kurang menyeluruh. Keenam, hanya mengontak Jurnalis jika ada perlu. Ketujuh, kurang kreatif berkomunikasi atau bersilaturahmi dengan pers. Kedelapan, kerap bertindak sigap sebagai pemadam kebakaran. Kesembilan, press release yang konvensional dan kurang memikat. Kesepuluh, kurang tanggap merespon kebutuhan pers misalnya, sulit akses wawancara wartawan khusus ke Chief Executive Officer (CEO).

Sumber: www.theprworld.com

Editor: Kris Aji Irawan

Fast and Furious 6 : Ride or Die




Judul : Fast and Furious 6
Sutradara : Justin Lin
Cast :  Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibson, Chris Bridges, Sung Kang, Gal Gadot, Luke Evans, Gina Carano, Joe Taslim
Tayang : 24 Mei 2013



Bagi pecinta otomotif, khususnya mobil-mobil mewah dengan kecepatan yang fantastis pasti tidak asing dengan film ini. Film yang memperlihatkan aksi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menghiasi dari awal hingga akhir film. Kini film tersebut memasuki sekuel keenamnya  dan telah pun dirilis pada 24 Mei 2013 dengan tajuk Fast & Furious. Film franchise asal Hollywood ini masih disutradarai dengan setia oleh Justin Lin yang juga membesut film ketiga, keempat dan kelimanya.

Sekuel keenam kali ini masih bercerita mengenai geng mobil yang dipimpin oleh Dominic Toretto (Vin Diesel) yang memutuskan untuk pensiun setelah berhasil membawa kabur uang $100 juta di aksi terakhir mereka di Rio de Janeiro, Brasil pada film kelima. Dom memutuskan untuk tinggal bersama Elena Neves (Elsa Pataky) sedangkan Brian O’Conner (Paul Walker) menikah dengan adik perempuan Dom, Mia Toretto (Jordana Brewster) dan baru saja dianugerahi seorang anak laki-laki yang diberi nama Jack. Sementara Han (Sung Kang) dan Gisele Yashar (Gal Gadot) memutuskan untuk pergi ke Hongkong, Roman Pearce (Tyrese Gibson) dan Tej Parker (Chris ‘Ludacris’ Bridges) berkelana dan bersenang-senang menikmati hasil kekayaan mereka. Mereka berharap tidak akan berurusan dengan hukum dan dapat hidup dalam damai. Tapi ternyata mereka salah.

Suatu ketika, Luke Hobbs (Dwayne ‘The Rock’ Johnson) sedang menyelidiki sebuah kasus penyerangan konvoi militer Rusia serta pencurian Chips oleh sebuah grup dengan kemampuan penyerangan dan pencurian yang cepat serta melakukan berbagai perampokan lain di London dan Negara-negara Eropa lainnya. Grup tersebut didalangi oleh mantan special ops soldier yang menjadi kriminal bernama Owen Shaw (Luke Evans) yang berkeinginan menciptakan sebuah alat dari Chips yang ia curi kemudian akan dijualnya dengan harga tinggi di pasar gelap.

Hobbs tahu benar bahwa aksi penyerangan dan pencurian seperti itu harus dilawan oleh grup yang juga mampu bergerak dengan sama cepanya, karena itulah Hobbs yang kali ini didampingi oleh seorang assisten barunya yang bernama Riley (Gina Carano) meminta pertolongan Dom dan teman-temannya. Awalnya Dom tidak berniat sama sekali untuk kembali terjun ke dunia ‘kelam’ yang akan menambah daftar tindakan kriminalnya di data kepolisian, tapi Hobbs menyerahkan bukti keterlibatan Letticia ‘Letty’ Ortiz (Michelle Rodriguez), kekasih Dom yang selama ini ia kira sudah tewas. Akhirnya dengan perjanjian penghapusan daftar kejahatan yang dilakukan seluruh anggota grupnya, Dom bersedia mengumpulkan kembali anggota-anggotanya dan membantu Hobbs menangkap Shaw.

Hobbs harus mengeluarkan segala macam cara, menggunakan berbagai koneksinya untuk melacak jejak Shaw beserta grupnya agar dapat menggagalkan aksi pencurian mereka selajutnya. Aksi kejar-kejaran dengan mobil pun tak terelakkan antara kedua kelompok tersebut. Film ini selain berisi kejar-kejaran juga diisi oleh bumbu-bumbu percintaan, pengkhianatan serta kekeluargaan yang membuat film ini semakin berwarna

Beberapa scene cerita memang masih berhubungan dengan film-film sebelumnya, tapi mengingat betapa cukup sering film-film sebelumnya tayang di televisi, maka kemungkinan besar setiap orang paling tidak sudah pernah menonton salah satu filmnya dan cukup akrab dengan para tokohnya. Karakter setiap tokoh masih sama kuatnya dan dengan jajaran wajah para pemain yang masih sama dengan film-film sebelumnya.

Eksekusi film ini dikemas dengan baik. Beberapa kali penonton dibuat terkejut dengan beberapa ‘shocking’ scenenya, serta memasukan beberapa dialog yang berisi joke-joke, sehingga penonton tidak merasa terlalu serius saat menonton film ini. Dan sinematografinya pun cukup memanjakan mata. Melihat sudut pengambilan gambar yang indah, seperti pemandangan kota London di malam hari. Actionnya pun patut diacungi jempol karena begitu menegangkan sekaligus memukau pada saat bersamaan.

Aksi Joe Taslim
Masih ada satu hal lagi yang paling menarik perhatian ketika menonton film ini, tentu saja keterlibatan aktor Indonesia, Joe Taslim dalam film ini. Joe berperan sebagai Jah, seorang anak buah Shaw yang jago bela diri. Joe pun mendapatkan porsi akting yang cukup besar, sangat memukau ketika ia memamerkan aksi bela dirinya saat menghantam Roman dan Han di salah satu adegan, serta ketika ia mengucapkan kata-kata berbahasa Indonesia dalam dialognya. Menambah kebanggaan sendiri bahwa aktor dalam negeri dapat disejajarkan dengan aktor dan aktris besar Hollywood.

Ketika film sudah selesai, ada scene terakhir yaitu munculnya Jason Statham saat Han mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya tewas pada Fast and Furious : Tokyo Drift. Apakah ini mengisyaratkan akan dibuatnya sekuel ke-tujuh dari film ini? Mari kita tunggu aksi lanjutan dari Vin Diesel dan kawan-kawan ini.

Senin, 27 Mei 2013

Menikmati Akhir Pekan dengan Panorama Pulau Pari

Kepulauan Seribu memang terkenal dengan deretan pulau-pulau nan indah yang menyajikkan pemandangan pantai serta pasir yang eksotis. Jika mendengar Pulau Seribu, deretan nama-nama Pulau seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Bira pasti sudah akrab di telinga para pecinta travelling.
Welcome To Pari Island

Tak ketinggalan Pulau Pari, Pulau yang jika dilihat dari atas berbentuk seperti ikan pari ini juga salah satu deretan pulau di kepulauan seribu. Pulau ini terkenal dengan air laut yang masih jernih dan deretan pasir putih yang memanjakkan mata dengan keindahannya.

Jika ingin mengunjungi Pulau Pari dapat dicapai menggunakan Kapal yang bisa dinaiki dari pelabuhan Muara Angke. Dari pelabuhan Muara Angke sampai dengan Pulau Pari menghabiskan waktu perjalanan selama 2 jam. Namun, selama perjalanan tersebut tak akan bosan karena seluas mata memandang hanya terdapat hamparan air laut yang luas.

Satu hal yang menarik dari Pulau Pari, wisata bahari ini dikelola secara kekeluargaan. Kita dapat menyewa Home Stay yang juga berdampingan dengan rumah-rumah warga sekitar. Sehingga di Pulau Pari ini kita seperti berada di lingkungan sendiri karena warga maupun tour guide nya sangat ramah.

Panorama Pantai Pasir Perawan
Banyak spot menarik yang berada di Pulau Pari ini. Seperti hamparan pasir putih, air laut yang dangkal hingga menjelajauh hutan bakau dengan menggunakan sampan, Anda dapat menemukan ini semua di Pantai Pasir Perawan.

Kemudian jika Anda menyewa seorang Tour Guide, Anda dapat diantarkan di spot-spot menarik dengan biota laut serta terumbu karang yang indah. Jika anda ingin lebih dekat melihatnya, anda dapat menyewa alat snorkling pada penduduk sedkitar

Kemudian Bukit Matahari, disini kita dapat melihat pemandangan Sunset yang menawan. dengan berkeliling sepeda, anda dapat puas menikmati pemandangan sunset yang sangat indah. Sepeda pun dapat disewa dari penduduk sekitar.

Setelah puas melihat keindahan sunset, malam harinya anda dapat menikmati barbeque dipinggir pantai pasir pasir perawan. Ditemani dengan suara desiran ombak halus dan cahaya bulan yang indah akan membuat anda rileks dan melupakan sejenak rutinitas harian kita di kota besar.

Setelah lelah seharian berkegiatan, saatnya untuk istirahat agar keesokan harinya dapat mengexplore pantai lain yang ada di Pulau Pari.

Keesokan paginya, kita harus bangun pagi agar dapat melihat terbitnya matahari. namun sangat disayangkan saat saya kesana cuaca sedang mendung sehingga tidak dapat melihat terbitnya matahari.

Explore Hutan Mangrove dengan Sampan
Setelah cuaca cukup cerah, perjalanan dilanjutkan dengan mengexplore pantai LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) kenapa dinamakan pantai LIPI, karena disini adalah tempat penelitian untuk terumbu karang maupun mangrove yang ada di pantai tersebut. Namun sangat disayangkan, masih banyak pengunjung yang meninggalkan sampah-sampah dipinggir pantai ini.

Setelah puas bermain dan mengexplore pantai-pantai yang ada di Pulau Pari, saatnya berkemas untuk kembali ke ibukota. Weekend yang menyenangkan dimana bisa bersama teman-teman dan menghabiskan waktu bersama di Pulau nan Indah ini :) Semoga bisa mengunjungi Pulau Pari lagi nantinya.



Jangan Hanya Melihat Cover Saja

Pernah mendengar kalimat pepatah "Dont judge book by its cover" ? pernah dong pasti, gak mungkin gak pernah dengar kalimat itu. atau mungkin yang paling mudah dipahami adalah "Jangan menilai orang dari fisiknya saja" pasti tau maksud dari tulisan ini.


Seperti contoh bayangkan buah rambutan yang dari luar tampilannya sudah jelek, dengan bentuk bulat dan dipenuhi dengan rambut disekelilingnya, tapi di dalamnya berupa buah yang berwarna putih dan manis. Sementara itu, bandingkan dengan kedondong, buah yang dari luar halus namun didalamnya berduri dan terkadang rasanya masam.

Saya baru saja mendapatkan kabar yang cukup membuat shock dimana orang yang saya percaya tiiba-tiba melakukan hal yang bahkan saya sendiri tidak meyakini orang tersebut yang melakukannya. Tapi bukti tidak bisa berbohong, bukti tersebut ada dan saksi pun melihat apa yang ia lakukan. Percaya atau tidak memang begitu keadaanya.

Ingin saya ceritakan disini tapi blog ini merupakan konsumsi publik, rasanya gak etis kalo saya menceritakan aib orang dan tersimpan di blog pribadi saya ini. Ya cuma ingin sekedar memperingatkan aja kalo menilai orang jangan pernah dari luarnya aja, terkadang kita juga butuh skeptis terhadap orang yang baru saja kita kenal agar nantinya gak menyesal.

Minggu, 26 Mei 2013

Benarkah Cinta Bisa Kadaluarsa?



Judul : Cinta Brontosaurus
Sutradara : Fajar Nugros
Produser : Chand Parwez Servia
Cast : Raditya Dika, Eriska Rein, Soleh Solihun, Tyas Mirasih, Pamela Bowie, Dewi Irawan, Bucek



Raditya Dika bekerja sama dengan Fajar Nugros menggarap sebuah film bergenre Drama Komedi yang berjudul 'Cinta Brontosaurus'. Film ini diangkat dari novel keduanya yang berjudul sama. Film drama komedi ini menjadi sebuah angin segar bagi industri perfilman Indonesia, khususnya untuk film komedi yang belakangan diisi dengan komedi-komedi horor yang berbau sex.

Cerita ini berawal saat Dika (Raditya Dika), menjadi orang yang dapat dibilang kurang beruntung dalam hal asmara. Dari masa SD hingga dewasa selalu menerima penolakan dan putus cinta dalam waktu yang singkat. Hingga dia mempunyai pikiran bahwa cinta itu bisa kadaluarsa dan hal itu menyebabkan ia kurang pede dalam urusan asmara. Puncaknya ketika putus dengan Nina (Pamela Bowie) yang membuat Dika semakin percaya bahwa cinta itu bisa menjadi kadaluarsa.


Ditengah kisah asmara nya yang sedang rumit, sahabat sekaligus agen naskah Dika yang bernama Kosasih (Soleh Solihun) selalu meyakini Dika bahwa pola pikirnya tentang cinta bisa kadaluarsa itu salah besar. Dika pun mencoba meminta tolong pada Kosasih untuk mencarikan jodoh untuk dia, akan tetapi hasil nya sia sia. Tiga calon jodoh yang direkomendasi oleh Kosasih terlihat 'freak' dan membuat Dika ilfeel.

Ditengah keputusasaan nya dalam urusan cinta, Dika bertemu dan berkenalan dengan Jessica (Eriska Rein) disebuah kafe pada saat moment yang cukup absurd yaitu membicarakan ketiak costumer yang ada disamping mereka. Sejak saat itu hubungan Dika dan Jessica makin dekat hingga akhirnya mereka pun berpacaran karena kesamaan sifat mereka yaitu sama sama nyeleneh dan 'gila'.

Ternyata setelah menjalani hubungan dengan Jessica, Dika selalu merasakan jika semakin dekat dengan seseorang, cinta tersebut dapat kadaluarsa lagi.

Disisi lain, Edgar adik kecil nya Dika yang masih SD juga mengalami hal sama yaitu jatuh cinta hingga Edgar membuat orang yang dicintai nya "Hamil" dan mengagetkan sang kakak. Ternyata Edgar hanya mencium pipi dari Yasmine, teman satu SD yang ia cintai. Hal tersebut dilakukan Edgar berkat saran dari kakaknya. Dika pun mendapatkan pelajaran berharga dari adiknya sendiri, bahwa tidak perlu ada alasan untuk sayang dan cinta terhadap seseorang.

Cerita kehidupan Dika semakin rumit dan juga dilanda kebingungan ketika Novel nya yang berjudul 'Cinta Brontosaurus' mendapat tawaran akan diadaptasi ke layar bioskop oleh sutradara film horror Mr. Soe Lim (Ronny P. Tjandra) dengan honor yang cukup tinggi yang membuat Kosasih tergiur karena terus didesak oleh Wanda (Tyas Mirasih) sang istri yang seorang penggemar belanja.

Dari film ini mengajarkan bahwa pelajaran cinta tak hanya didapat dari kekasih, bahkan teman dan keluarga pun dapat memberikan pelajaran cinta yang sesungguhnya.

Tanggapan setelah menonton Cinta Brontosaurus, film ini mempunyai cerita yang sederhana tentang penggambaran perasaan seorang pria yang selalu ditolak cintanya dengan unsur komedi yang segar dan nyeleneh ala Raditya Dika yang terbukti cukup menghibur, absurd dan lucu.

Visualisasi pada film ini dibuat seperti ala Malam Minggu Miko, dimana menghadirkan imajinasi-imajinasi yang berlebihan, flashback-flashback komedi pendek dan juga beberapa materi stand up comedy yang dibuat dalam bentuk dialog absurd

Untuk segi pemain, Raditya Dika memiliki akting yang cukup berkembang dari film pertamanya Kambing Jantan pada 2009 lalu yang terlihat masih kaku. Eriska Rein terlihat apik memerankan sosok Jessica yang sama absurd nya dengan Dika. Untuk pemeran lainnya seperti Soleh Solihun, Tyas Mirasih, Dewi Irawan, Meriam Bellina dan Bucek cukup bisa membuat penonton tertawa.

Kesimpulannya, Cinta Brontosaurus ini sangat menghibur, absurd, nyeleneh tetapi sisi romantis nya pun ada diibaratkan seperti paket komplit ada di film ini. Jadi, film drama komedi ini cocok untuk ditonton sebagai hiburan akhir pekan bersama orang terkasih, teman, maupun keluarga. Selamat menonton.