Selasa, 18 Februari 2014

Curhat Buat Sahabat



"Sahabatku, usai tawa ini Izinkan aku bercerita: Telah jauh, ku mendaki Sesak udara di atas puncak khayalan Jangan sampai kau di sana Telah jauh, ku terjatuh Pedihnya luka di dasar jurang kecewa Dan kini sampailah, aku disini Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku Menanti seorang yang biasa saja Segelas air di tangannya, kala kuterbaring sakit Yang sudi...." Dee - Curhat Buat Sahabat

Semua berawal dari malam dimana gue dengan tidak sengaja melihat ada pesan singkat melalui messanger yang ada di hp-nya. Sebelumnya memang tidak ada niat untuk melihat apa isi pesan singkat tersebut dan memang tidak minat untuk mencampuri urusan orang, namun nggak sengaja gue melihat nama pada pesan singkat tersebut. Langsung aja gue kasih hp ke-orangnya.

"Ciyeeeeeh, udah nggak jomblo nih kayaknya. Hape nya gak berhenti bunyi dari tadi," kata gue.

"Belom jadi, nggak boleh takabur," jawabnya

Dengan alasan takut takabur, gue nggak pernah dapet cerita tentang orang itu. Beda sekali orang yang ada di depan gue saat itu dengan sahabat gue yang biasanya mau cerita tentang apa saja dengan gue seperti malam tepat 3/2 tahun yang lalu.

Malam itu gerimis turun tanpa permisi terlebih dahulu, kami baru saja pulang dari pesta ulang tahun teman sekelas kami. Tanpa ragu ragu kami menerjang gerimis yang perlahan berubah menjadi rintikan air yang cukup deras. Kami pun memutuskan untuk berhenti sejenak.

Lima menit kami saling berdiam diri menunggu hujan itu reda, tiba tiba suara nya memecah keheningan.

"Gue lagi patah hati"

"Oh ya, kenapa?," tanyaku padanya

Gue sempat kaget karena memang kita kenal sudah sejak setahun yang lalu tapi masing-masing dari kami tak pernah ngobrol sedekat ini.

"Iya, gue baru putus dan gue pengen balikan lagi sama dia,"

kalimat awal tersebut menjadi kalimat pembuka curhatan panjangnya mengenai cerita cintanya yang baru saja usai. mulai dari hujan deras sampai hujan berhenti tak putus dia curhat.

Hujan pun sudah reda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan pun tak berhenti ia curhat mengenai mantannya yang sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ia kenal.

Gue merasa sangat senang mendengar cerita dari dia, karena itu merupakan awal dari persahabatan kita. Entah ia pun menganggap sama atau tidak yang penting itu yang aku rasakan.

Saat ini, ia telah berubah. sekarang tertutup dan cenderung cuek. gue mulai kehilangan sosok sahabat. gue tau dia lagi jatuh cinta, tapi gue merasa nggak guna sebagai sahabat waktu dia gak mau curhat mengenai gebetannya sama gue.

Bahkan, waktu gue bener bener butuh bantuan, dia nggak ada untuk gue. Satu hal yang pengen gue omongin saat ini....

Gue rindu.... Sahabat..

Selasa, 11 Februari 2014

Komedi Segar Ala Comic 8

Comic 8


Bagi penggemar film komedi, belum lengkap rasanya jika tidak menonton film dalam negeri yang dirilis sejak 29 Januari 2014 lalu, yakni Comic 8. Film Comic 8 merupakan sebuah film bergenre komedi action yang disutradarai oleh Anggy Umbara yang pernah membesut film Mama Cake dan Coboy Junior The Movie.

Comic 8 sendiri bercerita tentang delapan anak muda dari berbagai macam background dan kisah hidup masing-masing, yang secara kebetulan merampok sebuah bank dalam waktu bersamaan.

Delapan orang tersebut diperankan oleh para Stand Up Comedian, antara lain Mongol Stres, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabiita, Fico Fachriza dan Arie Kriting. Namun, dalam film berdurasi 105 menit ini mereka tidak tampil sendiri-sendiri untuk melakukan Stand Up Comedi, melainkan menjadi perampok bank dengan karakternya masing-masing yang cukup unik.

Bermodalkan senjata laras panjang dan pistol di tangan, mereka mencoba menjarah uang bank sambil menyandera nasabah-nasabah yang sedang berada di dalam bank tersebut untuk ditebus dengan sejumlah permintaan, seperti contohnya keinginan agar ibu kota Indonesia dipindahkan ke Papua. Motivasi untuk mereka melakukan perampokan pun macam-macam, diantaranya demi dapat menyumbang rumah-rumah panti asuhan, dan ada juga yang karena ingin naik haji.

Dalam film tersebut juga tampil Nirina Zubir dan Boy William dengan perannya sebagai polisi yang mencoba untuk menghentikan aksi perampokan tersebut. Tak lupa aksi Pandji Pragiwaksono dengan perannya sebagai Dokter Ahli Kejiwaan serta Nikita Mirzani dan Agung Hercules sebagai anak buah Dr. Pandji yang menyebabkan kedelapan orang tersebut melakukan aksi perampokan.

Indro ‘Warkop’ pun turut memeriahkan film ini, ia berperan sebagai kepala detektif yang memiliki keahlian menghipnotis anak-anak buahnya untuk menyelesaikan sebuah misi.

Aksi keseluruhan pemain cukup ciamik, dimana para Stand Up Comedian pun tanpa disadari mengeluarkan dialog lelucon yang mereka biasa gunakan ketika melakukan open mic dan cukup dapat membuat penonton tertawa. Alur cerita yang sering flashback pun tidak membuat penonton bingung untuk menontonnya. Skenario buatan Fajar Umbara pun cukup baik, dari awal hingga akhir film tak henti-hentinya membuat penonton tertawa.

Bagi penggemar film komedi yang belum menonton film ini, alangkah baiknya meluangkan waktu untuk pergi ke bioskop dan menonton film Comic 8 ini, karena dapat membuat penonton terhibur dan tertawa sepanjang film diputar. Setelah film berakhir, jangan terburu-buru untuk meninggalkan studio, karena akan ada cuplikan para Stand Up Comedian melakukan open mic yang tidak kalah lucunya.


Peresensi : Kris Aji Irawan