"Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita: Telah jauh, ku mendaki Sesak udara di atas puncak
khayalan Jangan sampai kau di sana Telah jauh, ku terjatuh Pedihnya luka di
dasar jurang kecewa Dan kini sampailah, aku disini Yang cuma ingin diam, duduk
di tempatku Menanti seorang yang biasa saja Segelas air di tangannya, kala
kuterbaring sakit Yang sudi...." Dee - Curhat Buat Sahabat
Semua berawal dari malam dimana gue dengan tidak sengaja melihat ada pesan singkat melalui messanger yang ada di hp-nya. Sebelumnya memang tidak ada niat untuk melihat apa isi pesan singkat tersebut dan memang tidak minat untuk mencampuri urusan orang, namun nggak sengaja gue melihat nama pada pesan singkat tersebut. Langsung aja gue kasih hp ke-orangnya.
"Ciyeeeeeh, udah nggak jomblo nih kayaknya. Hape nya gak berhenti bunyi dari tadi," kata gue.
"Belom jadi, nggak boleh takabur," jawabnya
Dengan alasan takut takabur, gue nggak pernah dapet cerita tentang orang itu. Beda sekali orang yang ada di depan gue saat itu dengan sahabat gue yang biasanya mau cerita tentang apa saja dengan gue seperti malam tepat 3/2 tahun yang lalu.
Malam itu gerimis turun tanpa permisi terlebih dahulu, kami baru saja pulang dari pesta ulang tahun teman sekelas kami. Tanpa ragu ragu kami menerjang gerimis yang perlahan berubah menjadi rintikan air yang cukup deras. Kami pun memutuskan untuk berhenti sejenak.
Lima menit kami saling berdiam diri menunggu hujan itu reda, tiba tiba suara nya memecah keheningan.
"Gue lagi patah hati"
"Oh ya, kenapa?," tanyaku padanya
Gue sempat kaget karena memang kita kenal sudah sejak setahun yang lalu tapi masing-masing dari kami tak pernah ngobrol sedekat ini.
"Iya, gue baru putus dan gue pengen balikan lagi sama dia,"
kalimat awal tersebut menjadi kalimat pembuka curhatan panjangnya mengenai cerita cintanya yang baru saja usai. mulai dari hujan deras sampai hujan berhenti tak putus dia curhat.
Hujan pun sudah reda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan pun tak berhenti ia curhat mengenai mantannya yang sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ia kenal.
Gue merasa sangat senang mendengar cerita dari dia, karena itu merupakan awal dari persahabatan kita. Entah ia pun menganggap sama atau tidak yang penting itu yang aku rasakan.
Saat ini, ia telah berubah. sekarang tertutup dan cenderung cuek. gue mulai kehilangan sosok sahabat. gue tau dia lagi jatuh cinta, tapi gue merasa nggak guna sebagai sahabat waktu dia gak mau curhat mengenai gebetannya sama gue.
Bahkan, waktu gue bener bener butuh bantuan, dia nggak ada untuk gue. Satu hal yang pengen gue omongin saat ini....
Gue rindu.... Sahabat..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar