Rabu, 19 Maret 2014

Rectoverso : Sentuh Hati Dari Dua Sisi


Akhirnya, gue putuskan untuk membeli buku ini setelah berulang-ulang nonton filmnya dan jatuh cinta sama ceritanya. Marcella Zallianty, Rachel Maryam, Olga Lydia, Cathy Sharon dan Happy Salma berhasil membawa cerita dengan visualisasi yang menarik dan membuat omnibus 5 cerita dari 11 cerita pendek yang ada di buku ini menjadi tontonan yang apik. Didukung oleh kualitas acting para pemeran Indonesia seperti Lukman Sardi, Prisia Nasution, Dewi Irawan, Asmirandah, Dwi Sasono, Widyawati, Acha Septriasa, Indra Birowo, Sophia Latjuba, Yama Carlos, Tio Pakusadewo, Fauzi Baadila, Amanda Soekasah dan Hamish Daud semakin menguatkan bahwa film Rectoverso tidak bisa anda lewatkan begitu saja.

Cukup dengan filmnya, kali ini gue akan menulis tentang bukunya. Mungkin buku ini menjadi buku karya Dee yang kedua kalinya gue baca setelah Madre, pernah gue coba untuk baca Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang jatuh, namun bahasa yang digunakan Dee terlampau berat sehingga buku itu tak selesai gue baca. Berbeda dengan Supernova, Rectoverso dibuat dengan bahasa yang lebih apik dan mudah dimengerti bagi orang yang malas baca buku-buku berat seperti gue. Hehe Rectoverso terdiri dari 11 cerita pendek, diantaranya

1. Curhat Buat Sahabat
2. Malaikat Juga Tahu
3. Selamat Ulang Tahun
4. Aku Ada
5. Hanya Isyarat
6. Peluk
7. Grow a Day Older
8. Cicak di Dinding
9. Firasat
10. Tidur
11. Back to Heavens Light

Setiap cerita yang ada dalam cerpen tersebut menggambarkan cinta. Cinta yang tak terucap. Cinta yang universal. Dee berusaha menggambarkan cerita tersebut dari berbagai sisi, dan merangkainnya menggunakan kata-kata yang indah. Sentuh cinta dari dua sisi. Selain membuat cerpen, Dee yang multitalented membuat lagu dari 11 cerpen yang ada dalam buku ini dengan judul yang sama.
Dari ke 11 cerpen, ada beberapa cerpen yang gue suka. Berikut sedikit ulasannya.

1. Curhat Buat Sahabat

Kisah ini tentang curahan hati seorang perempuan kepada sahabat laki-lakinya. Malam itu perempuan tersebut mengikrarkan kebebasannya setelah lima tahun berusaha mencintai orang yang salah. Ia baru menyadari ketika ia sakit, tidak ada yang peduli dengannya, hanya sahabatnya yang rela menerjang hujan demi mengantarkan obat flu dan segelas air putih hangat untuk perempuan tersebut. Perempuan itu baru menyadari bahwa jauh-jauh ia mencari orang yang sayang kepada dirinya, ternyata orang yang selama ini sayang dengan dirinya adalah sahabat nya sendiri. Namun laki-laki itu menyadari bahwa cinta itu sudah terlalu tua untuk dirinya.

Malam itu rasanya aku sampai ke titik terendah. Aku capek. Dan kamu tahu? Aku tiidak butuh dia. Yang kubutuhkan adalah orang yang menyayangi aku….. dan segelas air putih,”

2. Malaikat Juga Tahu

Kisah ini bercerita tentang Abang yang memiliki keterbelakangan mental, Abang dirawat oleh Bunda yang memiliki kost-kostan. Ada seorang penghuni kost yang mencuri hati Abang. Penghuni kost itu menjadi satu-satunya sahabat yang dipunya Abang. Setiap malam minggu mereka tidur-tiduran dihalaman dan Perempuan itu bebas mencurahkan isi hatinya kepada Abang. Sampai suatu ketika, Adik Abang baru saja pulang dari kuliahnya di luar negeri. Adik jauh beda dengan Abang. Adik adalah orang yang sempurna dan rupawan, sehingga hati perempuan itu pun tertambat pada Adik.

Bunda pun akhirnya mencium kedekatan mereka. Bunda memperingatkan kepada perempuan muda itu, jika ada yang mencintai ia dengan tulus, Bunda lebih memilih Abang. Abang mencintai tanpa syarat, tanpa pilihan dengan segenap jiwanya.

“Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. Tidak perlu ada kompetisi disini. Ia, dan juga malaikat tahu siapa juaranya,”

3. Selamat Ulang Tahun


Bagaimana rasanya, jika seseorang yang selama ini kita anggap paling spesial. Justru ternyata melupakan hari ulang tahun kita?  Memang cukup simple, hanya rangkaian kata-kata “Selamat Ulang Tahun”. Tapi dampak dari 3 kata itu cukup dahsyat, terutama bagi perempuan yang mengharapnya…

“Satu waktu nanti, saat kamu berhenti percaya manusia bisa punya sayap selain lempeng besi yang didorong mesin jet, saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit yang menyalakan aba-aba “1,2,3”, kamu boleh percaya bahwa kemarin…besok…lusa…dan hari-hari sesudah itu..aku masih menunggu. Menunggu kamu mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan… berjam-jam yang lalu”

4. Hanya Isyarat

Kisah ini mengenai seorang pengagum rahasia. Yang hanya bisa mengagumi sebatas punggung saja. Ada empat orang di tempat itu, mereka melakukan permainan, bertukar cerita sedih. Mulai dari kisah putus cinta, kehilangan sahabat, hingga bencana alam. Giliran dia yang bercerita, ia bercerita tentang cahaya, ia pernah mati suri, ketika cahaya itu akan merengkuhnya, ia justru terbangun, ia merasa patah hati. Giliran tokoh Aku yang bercerita. Ia bercerita tentang sahabatnya di negeri orang yang sederhana, setiap kali beli lauk, ibunya ke pasar untuk membeli ayam tapi hanya bagian punggung yang mampu ia beli, kemudian ia lanjutkan dengan ceritanya yang jatuh cinta tapi hanya mampu gapai sebatas punggung saja.

“Sahabat saya itu adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tahu ada bagian yang lain. Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki”

5. Firasat

Ini termasuk cerita pilu. Ketika seorang perempuan mengagumi seorang lelaki yang ditemuinya di sebuah Klub Firasat. Pemuda itu adalah pemimpin Klub. Selama ini, si perempuan hanya sebagai pendengar, tidak pernah ikut berbagi ataupun menanggapi. Hingga pada suatu kesempatan, dia bisa lebih dekat mengenal lelaki itu. Tapi sayangnya tak lama setelah itu, lelaki itu harus pergi.

“Yang harus terjadi pasti akan terjadi, tidak ada yang bisa kamu lakukan, kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima. Semua akan baik baik saja,”


Dari keseluruh cerita yang ada, 5 cerita tersebut adalah favorit gue. Bukan berarti yang lain tidak bagus. Kalau disuruh memberi bintang 1 sampai 10, saya akan memberikan nilai 9 untuk buku ini. 


Sentuh hati dari dua sisi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar