Jumat, 11 Mei 2012

Carerr Clinic with Raditya Dika

Jumat (11/05) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) merupakan salah satu universitas yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk didatangi oleh Cita Cinta dan TUC yang bekerjasama dengan LPM Media Publica dalam membuat acara Career Clinic bersama Raditya Dika.


Acara tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga selesai bertempat di Laboratorium Humas UPDM(B). Sebelum acara dimulai para peserta yang cukup membludak itu melakukan registrasi ulang. Dengan pembicara Raditya Dika mustahil tidak membuat para massa untuk berdatangan mengikuti acara tersebut. Udah free, dapet Goodie Bag dan Sertifikat lagi, siapa yang gak mau?. #MentalMahasiswa

Peserta talkshow melakukan registrasi

Tepat pukul 9.00 acara dibuka oleh MC kak Alza yang membuat acara tersebut menjadi lebih menarik karena hmm gaya bicara nya yang "Sesuatu" itu . Setelah itu Pak Ipul selaku Wadek I Fikom memberi sambutan sekaligus meresmikan acara tersebut untuk dibuka. Setelah itu, kak Alza mengundang Redaktur Eksekutif Cita Cinta yaitu Mbak Lusi untuk menjadi moderator acara talk show tersebut. 


Mba Lusi menjadi moderator acara talkshow
Pembicara pertama yaitu Adenita seorang penyiar sekaligus penulis yang telah membuat 2 buku berjudul 9 matahari dan 23 . Kesimpulan dari Adenita ialah dalam melakukan proses menulis apablia terjadi stuck alias keabisan ide cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru , karena jika setelah melakukan sesuatu yang baru biasanya mendapatkan inspirasi untuk menulis kembali.  Satu jam lama nya Adenita menjelaskan dan berbagi pengalaman tentang buku dan cara menulisnya. 



Mba Adenita berbagi pengalaman menulisnya
Tepat pukul 10.30 pembicara yang ditunggu tunggu Raditya Dika muncul dan memperlihatkan batang hidungnya yang lebar itu. sontak seluruh peserta yang cewek-cewek khususnya berteriak histeris, ckckck. Ia membuka talkshow tersebut dengan gaya komedi nya yang konyol dan mampu membuat seisi ruangan tertawa.


Talkshow sekaligus Standup Comedy dari Raditya Dika

Bang Radit, panggilan akrabnya, berbagi pengalaman tentang awal ia menulis pada jaman SD dulu sering membuat diari dan bertukar dengan teman nya pada saat pulang sekolah. haha ini cukup konyol tapi awal dari menulis diari ini merupakan gerbang dia dalam menuju penulis yang sukses. 


Ia juga menceritakan bagaimana inspirasinya dalam membuat tulisan. "Pada dasarnya menulis komedi itu adalah kegiatan meluapkan kekesalan kita yang dilihat dari sisi lain sehingga membuat kita menertawakan kekesalan itu" cerita Bang Dika. Ia juga punya tips bagaimana tulisan yang dapat dibaca oleh orang banyak. Semakin sederhana tulisan kita, semakin mudah dimengerti oleh orang banyak. jadi menulis lah dengan sederhana tambahnya.


Diakhir talkshow ia membuat pesan apabila ingin menjadi penulis yang sukses satu ahal yang harus diingat "You don't have to be better, you have to be different"


setelah selesai, ada beberapa games yang cukup menarik, diantaranya gaya menirukan video ala TUC, dan Astri memberanikan diri untuk maju dan menjadi modelnya..


Astri memperagakan Video TUC bersama bang Radit
setelah itu ada lomba nge tweet galau dengan mention Cita Cinta dan TUC  dan salah satu pemenangnya adalah si Ratu Twitter Moestopo Rizky Damayanti (@daddededda) hahahhahaa

Bang Radit membacakan tweet galau dari Dadde
Dan acara pun usai. kami mendapat kenang kenangan berupa Goodie Bag dari TUC dan CIta Cinta Magazine.. 

Acara Talkshow yang sangat menarik, menambah pengetahuan tentang menulis :) Yooo Semangat untuk terus membuat tulisan yang menarik. Siapa tau bisa kayak Raditya Dika heheee. Keep Follow Your Passion :))

Selasa, 01 Mei 2012

Penantian. Keikhlasan atau Ketidakrelaan


Sedih saat penolakan benar harus direstui. Rasa lelah menanti, menunggu  hingga sampai pada akhir kebahagian kau dan dirinya, mendilema atas hati ini. Waktu yang kujalani, perlahan bertambah usia, seakan menjelaskan kepedihan. Keikhlasan atau munafik akan ketidakrelaan?, tentu semua seimbang di setiap sisi. Lagi-lagi kesempatan, menjadi titik temu antara doa dan harapan, berterima kasih pada kehidupan,bahwa kau belum mau menerima ku. Seiring mengingatkan akan prinsip yang ku junjung, hingga saat kau mengatakan ‘Iya’ nanti, mungkin itu mengakhiri kisah percintaan ku tanpa ada akhir sebelumnya. Saat ini yang kulakukan hanya menunggu, terbuka nya kembali hati yang telah terisi benih cinta. Sampai kapan? Aku pun tak tahu. Bulan selalu menyimpan kerahasiaan didalam diam nya. Begitu pun aku, selalu menyimpan apa yang aku rasakan, hingga pada saatnya nanti aku dapat menemukan pelabuhan yang tepat untuk mendeklarasikan apa yang selama ini aku rasa ..

Sedikit Lamunan, Terselip Cerita


Ada kalanya saya terdiam, terbayang bagaimana indahnya masa sekolah dulu. Masa putih abu-abu yang menjadi jembatan antara impian dan kenyataan. Terbayang masa dimana saya bebas berlaga dalam panggung keremajaan, bebas mengeluarkan apa yang dirasakan, bebas bermain, belajar hingga berlari bersama.  Terbayang dimana rasa malu malu akan percintaan remaja, berawal dari saling memandang antara dua bola mata, terjadi sentuhan ringan antara dua telapak tangan, menjadi indah saat bicara bersama , saling mengutarakan apa yang dirasa , menjalin hubungan, terselip kegalauan hingga berakhir dengan air mata. Ooh indahnya dunia ala remaja.
Saat solidaritas berbicara, hanya ada beberapa kawan dekat yang menjadi tumpuan. Dimana kami selalu membicarakan tentang sukses dan masa depan di akhir periode masa itu. Canda para peseragam pun selalu membawa keceriaan hari demi hari, memberi warna yang indah dalam masa itu. Tiba tiba ada yang menepuk pundak saya, dan saya tersadar bahwa semua itu sudah lewat dan hanya bisa untuk dikenang tanpa mungkin dapat kembali. Saat saya tersaadar, lamunan pun usai.

Jenis - Jenis Move On

Jaman sekarang itu lagi trend yang nama nya Galau dikalangan remaja tanggung alias ababil, ada pula pepatah yang mengatakan bahwa Habis Galau, Terbitlah Move On..

Move on. Kata yang nyebutinnya gampang, tapi ngelakuinnya susah.

Dari yang pernah gue liat, dan gue perhatikan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, move on itu ada 4 :  Coba gue jelaskan satu per satu... Cekidot :

1. Terpaksa Move On

Keadaan di mana kita belum ingin move on, tapi mau nggak mau harus move on.
Terjadi karena satu pihak sudah terlanjur move on, sedangkan pihak lain nggak bisa apa-apa dan akhirnya harus ikutan move on.

2. Pura-pura Move On

Ada saatnya kita harus berpura-pura sudah bisa move on, agar orang yang sedang dekat nggak canggung untuk memberi rasa baru demi terciptanya suatu hubungan baru.

3. Lupa Move On

Ini yang paling sering dan banyak terjadi.
Kita terjebak di kenangan dan kebiasaan lama, sampai akhirnya terbuai dan nggak jadi move on.

4. Kebelet Move On

Kebelet move on biasanya penyakit orang bosenan.
Siklusnya selalu sama: belum putus, tapi udah nggak betah, dan nggak sabar pengen cepet-cepet move on.


Begitulah sedikit tentang Move on. Move on itu cuma tentang waktu…

dan keikhlasan..

Berdamai dengan Hujan


Sudah setahun lamanya saya tidak posting sesuatu dalam blog ini, ya dari 2011-2012 jaraknya setahun kan? anggap saja begitu. Saat ini entah apa yang mau saya ceritakan, banyak kejadian menarik yang telah terjadi semenjak terakhir saya posting sesuatu di blog ini.

Mungkin, yang paling menarik adalah saat saya berdamai dengan hujan. Berdamai dalam artian, saya mampu duduk ber jam-jam hingga tidak sadar bahwa bus yang akan mengantar saya pulang, berlalu lalang. Saat itu sudah pukul 5 sore, awan diatas sana sudah mulai menunjukkan kemurkaannya ketika jam pulang kuliah telah tiba. saya terburu-buru untuk lari , mengejar cinta? tentu bukan, saya berpacu dengan waktu agar dapat tiba di halte bus sebelum awan mengeluarkan tangisannya.

Tepat saat saya tiba di halte bus, gerimis kecil mulai turun membasahi bumi yang sedari siang dibuat panas oleh terikya matahari. Bau tanah yang khas ketika dibasahi air dari langit itu, sudah mulai masuk dalam sela sela hidung saya.

Saya memutuskan untuk duduk dibawah halte bus , sembari saya menunggu di halte tersebut, saya mulai memperhatikan keadaan sekitar. Masih banyak orang yang berdamai dibawah gerimis yang akan membasahi ubun-ubun nya, mungkin untuk sekedar mencari sesuap nasi bagi keluarganya. sebut saja dia Ibu Mawar, seorang Joki 3in1 yang berada di daerah Senayan. Ia tetap menunggu datangnya orang yang membutuhkan jasanya agar dapat melewati jalan yang hanya diperbolehkan dilewati bagi mobil yang berpenumpang 3 orang atau lebih. sedari tadi Ibu Mawar tetap setia menunggu pelanggan, meski hanya menggunakan sebuah selendang untuk menutupi kepalanya, ia tetap sabar menunggu. Tak berapa lama, ada mobil berhenti, ia menggunakan jasa Ibu Mawar untuk dapat melewati jalur 3in1 tersebut, wow rejeki Ibu Mawar telah datang menghampirinya

Ah, sudahlah memikirkan diri sendiri saja sudah susah, malah mikirin orang lain. dalam hati berkata demikian. Lalu saya mulai mengalihkan pandangan ke arah depan, tempat saya duduk. Termenung, memikirkan betapa Tuhan itu adil rasanya. Tuhan membiarkan hujan turun , setelah ia memberi panas yang terik . Tuhan juga adil dalam memberikan setiap rezeki bagi orang yang mau berusaha dan tetap menunggu dengan sabar.

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam , saat saya tersadar bahwa ada tugas yang menanti dirumah. Tak lama setelah itu, bus yang akan mengantar pulang datang. Hujan mengiringi saya pulang. Hari ini saya sudah berdamai dengan hujan :)