Selasa, 01 Mei 2012

Berdamai dengan Hujan


Sudah setahun lamanya saya tidak posting sesuatu dalam blog ini, ya dari 2011-2012 jaraknya setahun kan? anggap saja begitu. Saat ini entah apa yang mau saya ceritakan, banyak kejadian menarik yang telah terjadi semenjak terakhir saya posting sesuatu di blog ini.

Mungkin, yang paling menarik adalah saat saya berdamai dengan hujan. Berdamai dalam artian, saya mampu duduk ber jam-jam hingga tidak sadar bahwa bus yang akan mengantar saya pulang, berlalu lalang. Saat itu sudah pukul 5 sore, awan diatas sana sudah mulai menunjukkan kemurkaannya ketika jam pulang kuliah telah tiba. saya terburu-buru untuk lari , mengejar cinta? tentu bukan, saya berpacu dengan waktu agar dapat tiba di halte bus sebelum awan mengeluarkan tangisannya.

Tepat saat saya tiba di halte bus, gerimis kecil mulai turun membasahi bumi yang sedari siang dibuat panas oleh terikya matahari. Bau tanah yang khas ketika dibasahi air dari langit itu, sudah mulai masuk dalam sela sela hidung saya.

Saya memutuskan untuk duduk dibawah halte bus , sembari saya menunggu di halte tersebut, saya mulai memperhatikan keadaan sekitar. Masih banyak orang yang berdamai dibawah gerimis yang akan membasahi ubun-ubun nya, mungkin untuk sekedar mencari sesuap nasi bagi keluarganya. sebut saja dia Ibu Mawar, seorang Joki 3in1 yang berada di daerah Senayan. Ia tetap menunggu datangnya orang yang membutuhkan jasanya agar dapat melewati jalan yang hanya diperbolehkan dilewati bagi mobil yang berpenumpang 3 orang atau lebih. sedari tadi Ibu Mawar tetap setia menunggu pelanggan, meski hanya menggunakan sebuah selendang untuk menutupi kepalanya, ia tetap sabar menunggu. Tak berapa lama, ada mobil berhenti, ia menggunakan jasa Ibu Mawar untuk dapat melewati jalur 3in1 tersebut, wow rejeki Ibu Mawar telah datang menghampirinya

Ah, sudahlah memikirkan diri sendiri saja sudah susah, malah mikirin orang lain. dalam hati berkata demikian. Lalu saya mulai mengalihkan pandangan ke arah depan, tempat saya duduk. Termenung, memikirkan betapa Tuhan itu adil rasanya. Tuhan membiarkan hujan turun , setelah ia memberi panas yang terik . Tuhan juga adil dalam memberikan setiap rezeki bagi orang yang mau berusaha dan tetap menunggu dengan sabar.

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam , saat saya tersadar bahwa ada tugas yang menanti dirumah. Tak lama setelah itu, bus yang akan mengantar pulang datang. Hujan mengiringi saya pulang. Hari ini saya sudah berdamai dengan hujan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar