Selasa, 01 Mei 2012

Sedikit Lamunan, Terselip Cerita


Ada kalanya saya terdiam, terbayang bagaimana indahnya masa sekolah dulu. Masa putih abu-abu yang menjadi jembatan antara impian dan kenyataan. Terbayang masa dimana saya bebas berlaga dalam panggung keremajaan, bebas mengeluarkan apa yang dirasakan, bebas bermain, belajar hingga berlari bersama.  Terbayang dimana rasa malu malu akan percintaan remaja, berawal dari saling memandang antara dua bola mata, terjadi sentuhan ringan antara dua telapak tangan, menjadi indah saat bicara bersama , saling mengutarakan apa yang dirasa , menjalin hubungan, terselip kegalauan hingga berakhir dengan air mata. Ooh indahnya dunia ala remaja.
Saat solidaritas berbicara, hanya ada beberapa kawan dekat yang menjadi tumpuan. Dimana kami selalu membicarakan tentang sukses dan masa depan di akhir periode masa itu. Canda para peseragam pun selalu membawa keceriaan hari demi hari, memberi warna yang indah dalam masa itu. Tiba tiba ada yang menepuk pundak saya, dan saya tersadar bahwa semua itu sudah lewat dan hanya bisa untuk dikenang tanpa mungkin dapat kembali. Saat saya tersaadar, lamunan pun usai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar