Ada kalanya saya terdiam, terbayang bagaimana indahnya masa
sekolah dulu. Masa putih abu-abu yang menjadi jembatan antara impian dan
kenyataan. Terbayang masa dimana saya bebas berlaga dalam panggung keremajaan,
bebas mengeluarkan apa yang dirasakan, bebas bermain, belajar hingga berlari
bersama. Terbayang dimana rasa malu malu
akan percintaan remaja, berawal dari saling memandang antara dua bola mata,
terjadi sentuhan ringan antara dua telapak tangan, menjadi indah saat bicara
bersama , saling mengutarakan apa yang dirasa , menjalin hubungan, terselip
kegalauan hingga berakhir dengan air mata. Ooh indahnya dunia ala remaja.
Saat solidaritas berbicara, hanya ada beberapa kawan dekat
yang menjadi tumpuan. Dimana kami selalu membicarakan tentang sukses dan masa
depan di akhir periode masa itu. Canda para peseragam pun selalu membawa
keceriaan hari demi hari, memberi warna yang indah dalam masa itu. Tiba tiba
ada yang menepuk pundak saya, dan saya tersadar bahwa semua itu sudah lewat dan
hanya bisa untuk dikenang tanpa mungkin dapat kembali. Saat saya tersaadar,
lamunan pun usai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar