Kamis, 21 Februari 2013

Lima Cinta Terpendam Dalam Rectoverso

Rectoverso, Kumpulan Cerita Cinta Tak Terucap
Trend membuat film berjenis omnibus sedang marakbelakangan ini. Tak terkecuali film Rectoverso. Film yang diadaptasi dari kumpulan cerita pendek karya Dewi ‘Dee’ Lestari dengan judul yang sama ini, mengambil lima cerita dari total sebelas cerita pendek yang ada di novel tersebut. Salah satu yang menarik dari film ini ialah deretan nama lima aktris menjadi sutradara dalam film yang terbagi atas lima cerita yang berbeda seperti Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lydia dan Happy Salma. Kumpulan lima omnibus ini digabungkan dan terlihat memiliki benang merah antar satu cerita dengan cerita yang lainnya. Mari bahas satu per-satu segmen yang ada di film ini.

Malaikat Juga Tahu



Adalah Abang (Lukman Sardi) seorang penderita autisme tinggal di sebuah kos-kosan milik Bunda (Dewi Irawan). Disamping membantu Bunda dalam mengurus kos-kosan, Abang memiliki keahlian dalam memainkan biola. Diam-diam Abang menaruh hati pada Leia (Prissia Nasution) salah satu penghuni kost yang sangat perhatian kepada Abang. Kekhawatiran Bunda pun muncul ketika mengetahui Abang menaruh hati pada Leia. Kekhawatiran itu memuncak ketika datang adik Abang, Hans (Marcell Domits) yang juga ingin mendekati Leia.

Lewat skrip garapan Ve Handojo, Marcella Zalianty berhasil mengantarkan film ini menjadi salah satu cerita yang memikat. Ditambah dengan pengkhayatan peran yang dibawakan oleh Lukman Sardi membuat karakter Abang menjadi kuat. Jangan dilupakan juga peran Dewi Irawan seorang Bunda yang mencintai kedua anaknya serta Prissia Nasution yang apik membawakan peran Leia. Segmen ini menjadi lebih meyayat hati saat backsound lagu Malaikat Juga Tahu yang dibawakan oleh Glenn Fredly. “Seratus Itu Sempurna, Tapi Kamu Satu Lebih Sempurna”.

Firasat




Sebuah trauma masa lalu mengantarkan Senja (Asmirandah) bergabung dalam suatu kelompok yang membahas firasat-firasat yang mereka rasakan dibawah bimbingan Panca (Dwi Sasono). Bersama anggota lainnya, mereka selalu berbagi cerita hingga menelusuri firasat yang mereka rasakan. Sampai pada akhirnya, trauma masa lalu Senja menguak ketika Senja memiliki firasat buruk saat Panca akan berangkat ke Padang menemui ibunya yang sedang sakit keras.

Sebuah kisah unik yang berasal dari lagu dengan judul serupa Firasat yang dibawakan oleh Raisa. Dengan skrip yang dibuat oleh Indra Herlambang, Rachel Maryam berhasil membuat cerita ini cukup menarik. Dengan kehadiran aktris senior Widyawati menambah nilai plus dalam segmen ini.

Curhat Buat Sahabat




Sebuah kisah tentang Amanda (Acha Septriasa) yang memiliki kisah cinta cukup pahit, tapi beruntung karena ia memiliki seorang sahabat yang rela mendengarkan segala curahan hati Amanda yaitu Reggi (Indra Birowo). Bahwa terkadang kita sulit membedakan ketulusan hati hingga akhirnya semua terlambat.

Segmen yang disutradarai oleh Olga Lydia ini menjadi menarik dengan tampilan akting lepas dari Acha Septriasa dan Indra Birowo. Selain itu, penampilan Acha yang menyanyikan lagu dalam segmen ini menambah nilai plus dari film ini.

Cicak di Dinding



Kisah seorang seniman lukis bernama Taja (Yama Carlos) yang bertemu seorang wanita dengan tattoo bergambar cicak yang bernama Saras (Sophia Latjuba) di suatu bar. Pertemuan itu membuat hubungan mereka semakin dekat. Namun, ternyata Saras adalah seorang tunangan dari Irwan (Tio Pakusadewo) sahabat Taja yang sudah dianggap sebagai kakak nya sendiri.

Segmen yang digarap oleh Cathy Sharon dengan skrip Ve Handojo ini menjadi lebih menarik saat ada penampilan khusus dari kelima sutradara serta Julie Estelle.Filosofi cicak di dinding yang melambangkan kesetiaan pun tak luput dari perhatian di film ini.

Hanya Isyarat



Disuatu malam, kelima backpacker yang berkumpul di suatu pantai mengadakan suatu permainan kecil yaitu cerita tentang hal yang paling sedih dalam hidup mereka. Kisah-kisah itu mengantarkan mereka pada hobi travelling ini. Namun, kisah Al (Amanda Soekasah) memiliki sebuah isyarat yang melambangkan cinta yang tak bisa terbalas kepada salah satu dari mereka.

Segmen garapan Happy Salma membuat cerita yang menonjolkan pemandangan pantai di sore hari dan suara ombak di malam hari ini lebih menarik .Dengan skrip garapan Key Mangunsong membuat obrolan ngalor ngidul yang ada di dalam dialog film ini memiliki nilai plus.

Penggalan potongan film omnibus ini tertata dengan sangat rapih. Antara satu adegan dengan adegan lain dibuat seakan memiliki benang merah, meskipun berbeda cerita. Membawa kita mendapatkan pengalaman petualangan hati hingga cinta yang tak sempat terucap. Dengan lagu Firasat versi Raisa di akhir cerita hingga credit tittle membuat ending yang cukup menyayat hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar