![]() |
| Selamat Tahun Baru Imlek 2564 Gong Xi Fa Cai |
Tahun baru china atau yang biasa kita kenal dengan imlek
selalu menarik perhatian saya setiap tahun nya. Bukan, bukan karena saya warga
keturunan tionghoa lantas tertarik dengan perayaan yang selalu menampilkan
keceriaan tersebut. Saya menyukai imlek karena menurut saya itu salah satu
bentuk kebudayaan yang sangat amat menarik.
Saya mulai mengenal tradisi dalam perayaan imlek semenjak
saya duduk di bangku SMA, ya betul sekali karena tempat saya sekolah dulu
mayoritas murid nya beragama Buddhist dari etnis Tionghoa jadi saya mau tidak
mau harus mengenal kebudayaan tersebut. Saya belajar banyak mengenai
kebudayaannya, mulai dari cara berdoa (hanya sekedar tahu, tidak ikut
mempraktekan), cara mereka melakukan meditasi, yang satu ini saya selalu ikuti ya
karena di sekolah saya mewajibkan muridnya melakukan meditasi sebelum memulai
pelajaran dan juga sebelum mengakhiri pelajaran.
Kesempatan saya mempelajari kebudayaan tersebut lebih luas
saat saya ditunjuk menjadi Ketua OSIS angkatan 22. Kala itu, saya sering sekali
diundang baik dari pihak sekolah, pihak yayasan sampai dengan pihak kelenteng
milik yayasan untuk menjadi panitia atau hanya sekedar membantu saat ada
perayaan-perayaan khas etnis Tionghoa. Mulai dari perayaan Imlek, Magha Puja,
Kathina hingga Cap Go Meh. Ya, semua itu kesempatan saya untuk tahu lebih
banyak mengenai budaya yang bahkan saya belum pernah ketahui sebelumnya. Ya kalau
tidak masuk SMA Ananda dan menjadi Ketua OSIS mungkin saya akan melewatkan
kesempatan tersebut.
Balik lagi ke masalah perayaan imlek. Saya sempat beberapa
kali diajak oleh sahabat-sahabat saya yang juga mayoritas etnis Tionghoa untuk
mengikuti perayaan imlek. Hanya sekedar turut memeriahkan saja. Malam tahun
baru imlek biasanya saya diajak pergi ke kelenteng, saat teman saya melakukan
ibadah di dalam saya sempat mengikuti nya dan sempat melihat ke dalam kelenteng
tersebut. Its new experience for me. Setelah melakukan ibadah, biasanya kami
langsung melihat pertunjukkan barong sai di depan kelenteng. Ya, barongsai
salah satu icon dari perayaan imlek yamg saya tahu. Lampion lampion terlihat
indah menggantung di sekitaran wilayah kelenteng. Kelenteng cukup penuh sesak
karena diisi oleh orang-orang yang ingin ibadah ataupun hanya melihat keceriaan
acara disana. Dan biasanya tepat pada pukul 12 malam, seperti perayaan tahun
baru pada umumnya, tahun baru imlek ini juga mengadakan pesta kembang api yang
sangat meriah, warna warni kembang api melayang , terbang dan melerup di udara
membentuk layaknya lukisan lukisan di atas awan. Indah sekali.
Saya punya banyak teman yang merayakan hari raya imlek. Tak terkecuali
kedua sahabat saya Julius dan Tape. Mereka berdua berasal dari keluarga
keturunan Tionghoa. Biasanya saat imlek datang, saya selalu bercanda kepada
mereka bahwa saya ingin meminta angpao kepada mereka berdua. Tentu saja alasan
kedua nya sama bahwa bagi siapa saja yang belum menikah, dilarang untuk
membagikan angpao. Biasanya mereka selalu ngotot menjelaskan kepada saya setiap
tahunnya, maaf ya namanya juga bercanda Hahaaha bahagia sekali mempunyai
sahabat seperti mereka.
Indah nya perbedaan tak selamanya harus dijadikan momok
untuk saling mencela, menghina bahkan dipermasalahkan dalam kehidupan
bermasyarakat. Pada dasarnya kita semua adalah makhluk sosial yang membutuhkan
satu sama lain. Perbedaan akan indah jika kita menyikapinya dengan jiwa yang
lapang. Pelangi juga tak akan indah bukan jika hanya satu warna saja?.
Ya, melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan kepada
seluruh kawan , sahabat, dan seluruh masyarakat yang merayakannya “Selamat
Tahun Baru Imlek 2564, Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai le” Semoga di tahun ular
air ini kita semua dimudahkan dalam pekerjaan, diberikan rezeki yang cukup,
diberikan kesehatan serta kesejahteraan. amin

benar.. perbendaan itu indah :D
BalasHapusYupp. Thanks for reading :)
BalasHapus