Ada yang pernah bilang menulis itu adalah mengungkapkan kegelisahan kita yang tidak dpt kita ungkapkan lewat kata dan ucapan. Jadi hari ini saya ingin menulis tapi bingung apa yang harus saya tulis, ibarat kata nih gak ada inspirasi apa-apa, tapi tangan ini gatel pengen nulis.
Dua hari yang lalu, kebetulan malam hari nya hujan. Ketika gue lihat twitter, si Berry (@Berybep) menulis begini di timeline nya "Mentang-mentang hujan, kok banyak TL gue yang galau ya" dan benar saja di linimasa saya juga berkeliaran tweet dengan bahasa bahasa yang menunjukkan kegalauan.
Dari yang saya amati ada tiga jenis galau yang dituangkan melalui jejaring sosial twitter. Let's cekidot
1. Orang yang galau #nomention, tipe orang ini seakan dia berbicara kpada seseorang, tapi tak kunjung di mention ke orangnya. Seperti contoh begini : "Aku telah menunggumu sekian lama, namun semudah itu kau direbut oleh sahabatku" atau "emang enak rasanya gue bkin galau, inget gak dulu lo pernah gituin gue" dan semacam nya.
Biasa nya tipe orang yang kayak begini orang orang yang punya permasalahan ttg cinta seperti suka sama pacar orang, memendam perasaan bahkan, menyukai sahabatnya sendiri. Jeileeeee...
2. Tipe galau kedua adalah tipe tipe galau curcol. Biasanya orang begini sering memasukkan analogi-analogi suatu kejadian yang dihubungkan dg masalah percintaannya misalnya begini "Sendal aja ada pasangannya, masa lo kalah #ehh #alamak #keceplosan" atau "angkot aja punya jurusan, masa hubungan kita ga ada jurusannya sih #eaa" atau mgkin gini "indahnya bunga mawar tak seindah senyum mu di pagi hari #kode" . Biasanya tipe galau yang kedua ini menyertai hashtag hashtag untuk mendukung tweet tergalau nya. Kadang tipe galau ini lucu klo analogi nya sesuai dg kenyataan hahaaaa
3. Tipe galau yang satu ini tipe galau yang gak kreatif. Orang ini hanya me re-tweet account account galau seperti RadioGalauFm, Damnitstrue, Tweet Jodoh Ramalan dan banyak macam account account serupa. Mungkin jenis galau tipe ini tidak terlalu mau dianggap galau, jadi hanya me re-tweet saja..
Skian dari apa yang gue amati di linimasa dua hari yang lalu , seenggaknya gue telah mengungkapkan kegelisahan gue melalui tulisan ini... Heheeee. Intinya rasa galau itu manusiawi, tapi saat galau, ber-galau lah secara elegan.. hahaa
Kamis, 07 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012
Menertawai Diri Sendiri
Dari kata-kata "menertawai diri sendiri" mungkin masih bingung apa makna yang sebenarnya. bahkan, mungkin ada yang berfikiran orang ini gila, sarap dan sebagainya karena menertawai diri sendiri. inilah persepsi saya mengenai hal itu
Sering kali kita tenggelam pada hal-hal yang membuat kita khawatir dan memikirkanya terus menerus, memikirkan apa yang dikatakan oleh orang-orang, apa yang belum pernah kita miliki dan sebagainya. tidak dipungkiri, saya pun masih sering berfikir demikian. Padahal, intinya hidup itu untuk dinikmati bukan untuk di khawatirkan sehingga melupakan hal-hal penting yang dapat membuat kita lebih 'hidup'
You can't do all the things in the same time. ya kamu tidak dapat melakukan semua yang kamu inginkan secara bersamaan. Pasti akan ada yang terlewatkan dan pada kemudian hari akan mengingatnya hingga menyesal. Pada kondisi yang seperti itu, dibutuhkan suatu cara agar mengembalikan kepercayaan diri kita kembali dan move on dari penyesalan tersebut, yaitu menertawai diri sendiri. sulit memang melakukan hal itu apalagi disaat kita merassa down, dimana kita merasa sendirian. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa
Saat saya SMP, saya pernah datang ke musholla yang ada di depan gang rumah saya, kemudian terisak tangis saat menyesali apa yang telah terjadi. saat itu saya melakukan hal bodoh akibat iri dengan seorang teman dan saya sangat menyesali nya. Saat itu musholla sepi, tidak ada orang, yang ada hanya mimbar, barisan sajadah yang menjulang ke arah kiblat serta hiasan berlafazkan Allah SWT. Saat saya terisak, tiba-tiba ada yang menghampiri dan menertawai saya. Beliau adalah penjaga yang sering datang untuk membersihkan musholla. Beliau tertawa dan membiarkan saya menangis karena mungkin pikirnya setelah saya menangis saya akan lega. Beliau datang duduk di samping saya sambil masih tertawa, dan berkata
"Menangislah dan mengadu PadaNya, setelah itu tersenyumlah pada kehidupanmu, dan suatu saat kamu akan tertawai tangisan mu hari ini"
Senin, 04 Juni 2012
Sabtu Sendu jadi Seru
Sabtu, Hari yang sangat di takutin para jomblo-ers (katanya)
sih, bagi kaum fakir asmara sangat di haramkan menyebut malam itu sebagai malam
Minggu, mereka lebih suka menyebutnya dengan Sabtu Malam. Begitupun dengan gua
yang sampai saat ini masih eheemm single, biasa menyebut hari itu adalah Sabtu
malam, bukan sekedar ikut-ikutan, hanya ingin membedakan saja apa yang menjadi
perbedaan antara kaum fakir asmara dan kaum berkekasih.
Hari itu, gue baru pulang dari les LIA di kampus, gue berfikir
kalo malam hari itu tidak ada yang special. Hanya akan dihabiskan malam panjang
itu di kasur atau menonton DVD. Tapi, semua itu berubah waktu temen gue, Goemy
namanya BBM untuk kumpul bareng sekedar menjalin kembali silahturahmi antara teman-teman SMA
yang hmm telah lama tak jumpa (oke bahasanya terlalu resmi) intinya sih ngajak
nongkrong di caffe nya (baca : rumah
yang ada warungnya) baiklah daripada malam itu akan menjadi malam yang suram,
gue putusin untuk pergi kerumahnya.
Satu persatu datang, dan membawa cerita tentang masa kuliah
di masing-masing kampus nya. Julius yang kuliah arsitektur di Trisakti sangat
nyambung berbincang dengan Dhika yang kuliah Teknik Sipil di PNJ. Gue yang
kuliah Komunikasi pun tidak mau kalah menceritakan apa hal menarik yang dipelajari
dikampus. Begitu pula Oliver dan Goemy yang sangat excited menceritakan
kehidupan mereka di kampus .
Disamping menceritakan pengalaman di bangku kuliah, kami
sempat bernostalgia mengingat masa duduk di bangku SMA dari kekonyolan , sampai
kisah percintaan nya. Dimulai dari kisah cinta beda agama yang berakhir dengan
tragis, kisah percintaan yang putus gara-gara masalah portal sampai kisah cinta
yang sabar menunggu bertahun-tahun, namun tak kunjung mempunyai keberanian
untuk mengutarakan nya. Semua masa indah itu hanya terjadi selama kami
mengenakan putih abu-abu
Pembicaraan itu terhenti ketika ada seorang gadis yang lewat
di depan kami berambut panjang dan berbaju merah, kami berebut untuk ngajak
kenalan terlebih dahulu akhirnya kami memilih untuk gambreng. Ketika Julius dan Dhika sbg pemenang mereka
memberanikan diri untuk mengejar dan mengajak kenalan gadis itu. Dan ternyata
ZONK! Gadis itu tak sesuai harapan kami semua haha You know? Dari belakang
diibaratkan sebagai gadis “Malam Minggu” tapi Depan diibaratkan sebagai gadis
“Malam Jumat” hahhaha
Bicara tentang sahabat masa SMA memang tidak ada habisnya, walau mereka "brengsek" tapi itu yang membuat kangen dan selalu ingin berkumpul dengan mereka…
Jumat, 11 Mei 2012
Carerr Clinic with Raditya Dika
Jumat (11/05) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) merupakan salah satu universitas yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk didatangi oleh Cita Cinta dan TUC yang bekerjasama dengan LPM Media Publica dalam membuat acara Career Clinic bersama Raditya Dika.
Acara tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga selesai bertempat di Laboratorium Humas UPDM(B). Sebelum acara dimulai para peserta yang cukup membludak itu melakukan registrasi ulang. Dengan pembicara Raditya Dika mustahil tidak membuat para massa untuk berdatangan mengikuti acara tersebut. Udah free, dapet Goodie Bag dan Sertifikat lagi, siapa yang gak mau?. #MentalMahasiswa
Tepat pukul 9.00 acara dibuka oleh MC kak Alza yang membuat acara tersebut menjadi lebih menarik karena hmm gaya bicara nya yang "Sesuatu" itu . Setelah itu Pak Ipul selaku Wadek I Fikom memberi sambutan sekaligus meresmikan acara tersebut untuk dibuka. Setelah itu, kak Alza mengundang Redaktur Eksekutif Cita Cinta yaitu Mbak Lusi untuk menjadi moderator acara talk show tersebut.
Pembicara pertama yaitu Adenita seorang penyiar sekaligus penulis yang telah membuat 2 buku berjudul 9 matahari dan 23 . Kesimpulan dari Adenita ialah dalam melakukan proses menulis apablia terjadi stuck alias keabisan ide cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru , karena jika setelah melakukan sesuatu yang baru biasanya mendapatkan inspirasi untuk menulis kembali. Satu jam lama nya Adenita menjelaskan dan berbagi pengalaman tentang buku dan cara menulisnya.
Tepat pukul 10.30 pembicara yang ditunggu tunggu Raditya Dika muncul dan memperlihatkan batang hidungnya yang lebar itu. sontak seluruh peserta yang cewek-cewek khususnya berteriak histeris, ckckck. Ia membuka talkshow tersebut dengan gaya komedi nya yang konyol dan mampu membuat seisi ruangan tertawa.
Bang Radit, panggilan akrabnya, berbagi pengalaman tentang awal ia menulis pada jaman SD dulu sering membuat diari dan bertukar dengan teman nya pada saat pulang sekolah. haha ini cukup konyol tapi awal dari menulis diari ini merupakan gerbang dia dalam menuju penulis yang sukses.
Ia juga menceritakan bagaimana inspirasinya dalam membuat tulisan. "Pada dasarnya menulis komedi itu adalah kegiatan meluapkan kekesalan kita yang dilihat dari sisi lain sehingga membuat kita menertawakan kekesalan itu" cerita Bang Dika. Ia juga punya tips bagaimana tulisan yang dapat dibaca oleh orang banyak. Semakin sederhana tulisan kita, semakin mudah dimengerti oleh orang banyak. jadi menulis lah dengan sederhana tambahnya.
Diakhir talkshow ia membuat pesan apabila ingin menjadi penulis yang sukses satu ahal yang harus diingat "You don't have to be better, you have to be different"
setelah selesai, ada beberapa games yang cukup menarik, diantaranya gaya menirukan video ala TUC, dan Astri memberanikan diri untuk maju dan menjadi modelnya..
setelah itu ada lomba nge tweet galau dengan mention Cita Cinta dan TUC dan salah satu pemenangnya adalah si Ratu Twitter Moestopo Rizky Damayanti (@daddededda) hahahhahaa
Dan acara pun usai. kami mendapat kenang kenangan berupa Goodie Bag dari TUC dan CIta Cinta Magazine..
Acara Talkshow yang sangat menarik, menambah pengetahuan tentang menulis :) Yooo Semangat untuk terus membuat tulisan yang menarik. Siapa tau bisa kayak Raditya Dika heheee. Keep Follow Your Passion :))
Acara tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga selesai bertempat di Laboratorium Humas UPDM(B). Sebelum acara dimulai para peserta yang cukup membludak itu melakukan registrasi ulang. Dengan pembicara Raditya Dika mustahil tidak membuat para massa untuk berdatangan mengikuti acara tersebut. Udah free, dapet Goodie Bag dan Sertifikat lagi, siapa yang gak mau?. #MentalMahasiswa
![]() | ||
| Peserta talkshow melakukan registrasi |
![]() |
| Mba Lusi menjadi moderator acara talkshow |
![]() |
| Mba Adenita berbagi pengalaman menulisnya |
![]() | |
| Talkshow sekaligus Standup Comedy dari Raditya Dika |
Bang Radit, panggilan akrabnya, berbagi pengalaman tentang awal ia menulis pada jaman SD dulu sering membuat diari dan bertukar dengan teman nya pada saat pulang sekolah. haha ini cukup konyol tapi awal dari menulis diari ini merupakan gerbang dia dalam menuju penulis yang sukses.
Ia juga menceritakan bagaimana inspirasinya dalam membuat tulisan. "Pada dasarnya menulis komedi itu adalah kegiatan meluapkan kekesalan kita yang dilihat dari sisi lain sehingga membuat kita menertawakan kekesalan itu" cerita Bang Dika. Ia juga punya tips bagaimana tulisan yang dapat dibaca oleh orang banyak. Semakin sederhana tulisan kita, semakin mudah dimengerti oleh orang banyak. jadi menulis lah dengan sederhana tambahnya.
Diakhir talkshow ia membuat pesan apabila ingin menjadi penulis yang sukses satu ahal yang harus diingat "You don't have to be better, you have to be different"
setelah selesai, ada beberapa games yang cukup menarik, diantaranya gaya menirukan video ala TUC, dan Astri memberanikan diri untuk maju dan menjadi modelnya..
![]() | |
| Astri memperagakan Video TUC bersama bang Radit |
![]() |
| Bang Radit membacakan tweet galau dari Dadde |
Acara Talkshow yang sangat menarik, menambah pengetahuan tentang menulis :) Yooo Semangat untuk terus membuat tulisan yang menarik. Siapa tau bisa kayak Raditya Dika heheee. Keep Follow Your Passion :))
Selasa, 01 Mei 2012
Penantian. Keikhlasan atau Ketidakrelaan
Sedih saat penolakan benar harus direstui. Rasa lelah
menanti, menunggu hingga sampai pada akhir
kebahagian kau dan dirinya, mendilema atas hati ini. Waktu yang kujalani,
perlahan bertambah usia, seakan menjelaskan kepedihan. Keikhlasan atau munafik
akan ketidakrelaan?, tentu semua seimbang di setiap sisi. Lagi-lagi kesempatan,
menjadi titik temu antara doa dan harapan, berterima kasih pada kehidupan,bahwa
kau belum mau menerima ku. Seiring mengingatkan akan prinsip yang ku junjung,
hingga saat kau mengatakan ‘Iya’ nanti, mungkin itu mengakhiri kisah percintaan
ku tanpa ada akhir sebelumnya. Saat ini yang kulakukan hanya menunggu, terbuka
nya kembali hati yang telah terisi benih cinta. Sampai kapan? Aku pun tak tahu.
Bulan selalu menyimpan kerahasiaan didalam diam nya. Begitu pun aku, selalu
menyimpan apa yang aku rasakan, hingga pada saatnya nanti aku dapat menemukan
pelabuhan yang tepat untuk mendeklarasikan apa yang selama ini aku rasa ..
Langganan:
Postingan (Atom)








