Rabu, 18 Juli 2012

Batas

Batas......
Dia bukan jarak, dia hanya seperti rasa cukup, mengisyaratkan sesuatu hanya sampai disini.
Seperti keset yang ada di depan pintu menandakan bahwa sebentar lagi kau akan memasuki rumah.
Seperti handphone yang dimatikan , ketika ingin menikmati waktu sendiri untuk membaca buku.
Seperti tepi laut pantai dan laut lepas ...
Terkadang ia seperti spasi, seperti koma, seperti tanda tanya, atau bisa jadi adalah titik.
Tergantung pada kau sampai bagian yang mana.
Mungkin saat ini kita sedang ada dalam sebuah batas
Terdapat garis yang kita buat untuk diri sendiri.
Ada kata cukup yang disodorkan ke permukaan
Batas seperti mengingatkan bahwa ada masa saat kita pernah bersama
Supaya kita tidak lupa bahwa kita tidak pernah mencinta tanpa batas itu
Kini tak lagi sama, Kita masih sering melihat tapi tidak pernah bersentuhan.
Kita masih saling menginginkan, tapi tidak ada lagi usaha sama seperti waktu itu.
Kita masih berdiri di tempat yang sama , tapi hanya melambai dari kejauhan.
Kita masih melewati tempat yang sama, tapi hanya bau parfummu yhang tercium
Yang cuma menjalankan tanggung jawabnya sekaligus sepertin pelerai
Mengajarkan kita merenung dan mengambil waktu .
Dia bukan jarak, juga bukan sebagai pelarian.
Hanya sebagai satu dunia , Hanya cukup, Hanya seperti sampai disini.
Tidak bisa lagi, Tidak sanggup lagi, Tidak mampu
Beberapa bahkan akan diiringi oleh kata tidak.
Dia adalah antara yang membuat kau dan aku sama-sama melihat pada hitam mata kita.
Lalu berucap sekian dan terima kasih........




NB : Penggalan puisi mengenai Batas yang dikirimkan oleh teman saya Dwi Retnaningtyas melalui VoiceNote......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar