Bencana banjir sempat melanda beberapa kawasan di
Jakarta sejak Kamis (17/1) lalu. Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat
banjir ini. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan harta benda dirumahnya, kehilangan anggota keluarga yang menjadi
korban dan mereka tidak bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, mereka
harus mengungsi ditempat yang aman dari banjir.
Namun perlu diperhatikan juga, pasca banjir banyak
sekali gangguan kesehatan yang bisa mengancam para korban banjir. Macam-macam
gangguan yang mengancam pasca banjir antara lain :
1. Penyakit Leptospirosis
Penyakit Leptospirosis disebabkan oleh bakteri
Leptospira sp
. Leptospirosis ditularkan ke manusia saat kulit kontak dengan air, tanah dan
pembungkus makanan yang tercemar urin tikus.
Jika seseorang memilik luka, bisa jadi air banjir tercampur
dengan kotoran/air urin tikus yang mengandung bakteri Leptospira sp, maka akan berpotensi terinfeksi. Gejala yang timbul
misalnya panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.
Gunakan pelindung kaki apabila terjun langsung ke
daerah banjir serta harus selalu jaga kebersihan
2. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria
Penyakit Demam Berdarah dengue (DBD) dan Malaria adalah
penyakit yang ditularkan oleh nyamuk saat musim hujan dan pasca banjir. Karena
pada musim hujan banyak sampah seperti kaleng bekas dan tempat-tempat tertentu
terisi oleh air, dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.
genangan air tersebut menjadi tempat berkembang biak
nyamuk Aedes aegypti
, nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah.
Awalnya, banjir memang akan menyapu sarang nyamuk
tapi setelah itu air yang tergenang akan menjadi sarang baru.
Gejala awal dari penyakit DBD ini yaitu demam tinggi
mendadak, sakit kepala, nyeri di balik mata, nyeri pada persendian dan otot
serta keluarnya bercak-bercak merah.
3. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)
Pasca banjir, jamur dapat tumbuh lebih cepat dan
rentan menimbulkan masalah kesehatan. Paparan jamur yang berlebihan pasca
banjir dapat menyebabkan ISPA, kambuhnya asma dan alergi.
Gejala utama penyakit ini berupa batuk, nyeri dada
dan lain-lain. Apabila mengalami seperti ini, maka segara beistirahatlah. Cegah
penularan terhadap orang yang di sekitar, misalnya dengan menutup mulut ketika
batuk dan tidak meludah di sembarang tempat.
Oleh karena itu, masyarakat dihimbau agar waspada
terhadap perubahan cuaca terutama untuk penyakit seperti ISPA
4. Penyakit Diare dan Demam Typoid
Penyakit ini bisa terjadi bila mengkonsumsi air atau
makanan yang tercemar banjir. Pada saat banjir, sumber air minum banyak yang
tercemar. Jika di pengungsian pun sarana serba terbatas, apalagi tersedianya
air bersih. Inilah yang bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare. Namun,
hal ini bisa di antisipasi dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun
setiap akan makan atau minum serta sehabis buang air.
Selain itu, kebersihan makanan merupakan peranan
penting, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi.
5. Penyakit kulit, Infeksi dan Gatal
Kontak langsung dengan air banjir sangat rentan
mengalami infeksi dan dapat menimbulkan gatal-gatal pada kulit. Bila air
terkena mata, akan menimbulkan radang selaput bening mata atau penyakit mata
merah. Apabila air masuk ke telinga, dapat menimbulkan radang pada telinga.
Apabila air terminum, dapat menimbulkan radang tenggorokan.
Musim banjir maka masalah utama adalah kebersihan
yang tidak terjaga dengan baik. Tempat dimana berkumpulnya banyak orang di
pengungsian dan sangat berperan dalam penularan infeksi kulit dan infeksi
lainnya.
6. Gangguan Psikis
Banjir tidak hanya menimbulkan gangguan fisik tetapi
juga gangguan psikis atau emosional yang tidak bisa diabaikan. Para korban
banjir rental timbul stres emosional karena melihat air bah yang besar,
kehilangan harta benda dan orang-orang yang dicintai mereka merupakan tekanan
psikologis yang dihadapi.
Pertolongan korban banjir tidak hanya gangguan fisik
tetapi psikis mereka juga butuh bantuan. Masalah mental yang kerap menimpa
korban banjir misalnya kecemasan, depresi, tidak bisa tidur dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar