Rabu, 16 Januari 2013

Surat Untuk Kamu



Entah lewat apa aku harus menghubungimu lagi saat ini untuk mencari kamu yang dulu, aku punya nomer telponmu, aku punya pin bb mu, aku tahu ID twitter mu, bahkan aku tahu rumahmu dimana. Namun seakan semua itu tak cukup untuk membuat kamu seperti yang dulu. Seperti apa yang ku kenal saat kita masih dekat satu-sama-lain.

Jika perahu kertas mampu menyampaikan perasaan ku kepadamu mungkin itu akan terlihat lebih mudah untuk mencarimu. Namun hey! Coba tengok tak ada lautan, sungai ataupun kali yang membentang diantara jarak rumah kita. Aku takut perahu kertas itu akan nyasar dan tidak membuat pesanku tersampaikan untukmu-yang-dulu.

Jika dulu berbicara denganmu adalah hal yang mudah, aku cukup menekan keypad di handphone ku, menelpon kamu adalah cara yang ampuh untuk menyampaikan rasa-kangen aku sama kamu. Ya walaupun melalui kata-kata ambigu yang aku sendiri tidak tahu apa kamu bisa memahami apa yang aku maksud.

Namun sekarang sudah berbeda, rumah kita dekat seakan jauh. Jalur yang kamu lewati, itupun menjadi jalur aku. Tapi saat ini, batas yang entah terbentang tak terlihat seakan membuat jarak yang cukup jauh antara aku-dan kamu. Memahami batas itulah yang harus ku terima saat ini.
Hanya lewat surat yang takkan ku kirim ini, aku hanya ingin bilang. Jika aku rindu kamu yang dulu. Hey merpati, sampaikan salam ku untuk dia-di-masa-lalu. Sampaikan salam kangen ku untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar