Rabu, 16 Januari 2013

Masih Ada Pahlawan di Sekitar Kita

Pahlawan adalah sosok yang memiliki keberanian hingga kepribadian tulus untuk rela berkorban harta benda hingga nyawa demi kepentingan orang banyak. Begitulah definisi pahlawan yang kebanyakan dipelajari dalam buku-buku sejarah. Namun dewasa ini, kata pahlawan tidaklah hanya diperuntukan bagi orang-orang yang dengan gagah berani angkat senjata di medan perang dalam melawan penjajah. Masih banyak contoh pahlawan di sekitar kita yang mengabdi demi kepentingan orang banyak.

Adalah Toyib, pria asal Indramayu yang bekerja sebagai tukang sapu jalanan di daerah Senayan, Jakarta Pusat merupakan salah satu contoh pengabdi masyarakat yang kita abaikan keberadaanya. Pria yang menjadi korban kerasnya arus urbanisasi ini terlihat cukup lemas ketika ditanya upah yang ia terima dari hasil pekerjaanya. Beliau mengeluh dalam hati kecilnya karena  upah yang diperolehnya dinilai kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari “Saya bekerja sejak tahun 2002, penghasilan  saya Rp.10.000,- per hari yang dibayar setiap satu bulan. Namanya hidup di Ibukota, penghasilan segitu mana cukup,” keluh Toyib. Tak jarang beliau juga bekerja mengumpulkan barang-barang rongsokan yang akan dijual kepada pengumpul barang bekas untuk menambah penghasilannya sehari-hari.

Dengan hanya bermodalkan sapu lidi dan gerobak sampah, setiap hari nya Toyib mengelilingi daerah Senayan hingga Kolong Slipi untuk membersihkan jalanan sekitar agar terlihat bersih dan bebas dari sampah. Beliau bekerja dari pukul 05.00 hingga 13.00 WIB dari hari Senin sampai dengan Minggu. Setiap harinya pria yang selalu mengenakan rompi berwarna orange ini membersihkan sampah dari pagi hingga siang, lalu sampah tersebut dikumpulkan dalam gerobak miliknya hingga sampah tersebut diangkut oleh truk sampah pada keesokan paginya.

Pria yang berperawakan kulit sawo matang dan tinggi tidak lebih dari 170cm ini mengaku bahwa pekerjaan yang ia lakoni saat ini sebagai penerus ayahnya yang telah pensiun “Saya dapat pekerjaan ini turunan dari ayah saya, karena dulu ayah saya juga bekerja sebagai tukang sapu jalanan,” ucap Toyib. Dalam menjalankan tugasnya, Toyib yang bekerja dibawah Dinas Kebersihan Tanah Abang ini mengaku bersama 3 orang teman lainnya namun dengan wilayah berbeda.

Toyib, penyapu jalanan yang diabaikan keberadaannya
Banyak suka dan duka yang dilalui oleh Toyib selama ia bekerja sebagai tukang sapu jalanan. “Lebih banyak duka daripada suka nya, tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tugas kita, semua itu saya jalani dengan ikhlas”, ucap bapak dua anak ini. Beliau mengaku pernah hampir tertabrak oleh kendaraan yang melintasi kawasan tempat ia membersihkan sampah. Ia sering merasakan kepanasan saat cuaca panas, bahkan kehujanan ketika musim hujan datang. Tak hanya itu saja, terkadang Toyib merasa sedikit geram terhadap pengendara sepeda motor, mobil atau bahkan pejalan kaki yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan di tempat yang baru saja ia bersihkan. Tapi sekali lagi beliau ikhlas ketika mengingat ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk membuat daerah tersebut bersih.

Sungguh ironis jika Toyib memberikan pengabdian dalam membersihkan lingkungan tetapi masih sering dipandang sebelah mata. Ia pun berharap pihak Dinas Kebersihan bisa memberikan perhatian kepada ia dan rekan-rekan sesama tukang sapu jalanan. “Saya berharap agar pemerintah serta Dinas Kebersihan mau memperhatikan kami sebagai tukang sapu jalanan, kalau tidak ada kami siapa lagi yang mau menyapu jalanan,” harap Toyib.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh okezone.com pada hari Minggu, 20 Mei 2012 bahwa volume sampah di Jakarta mencapai 6.500 ton per hari. Bisa dibayangkan jika dalam satu minggu para pembersih sampah jalanan Ibukota melakukan aksi mogok kerja dikarenakan minimnya upah serta kurangnya perhatian dari pemerintah, entah berapa banyak tumpukan sampah yang mengotori Ibukota ini.

Sampai saat ini masih banyak pengabdi yang mendedikasikan dirinya demi kepentingan orang banyak. Sosok seperti itulah yang harus kita hargai keberadaannya. Mereka dengan ikhlas melakoni pekerjaannya dan berjasa cukup besar tak ubahnya jasa para pahlawan kita terdahulu yang membela negara kita tercinta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar