Pahlawan adalah sosok yang memiliki keberanian hingga kepribadian tulus
untuk rela berkorban harta benda hingga nyawa demi kepentingan orang
banyak. Begitulah definisi pahlawan yang kebanyakan dipelajari dalam
buku-buku sejarah. Namun dewasa ini, kata pahlawan tidaklah hanya
diperuntukan bagi orang-orang yang dengan gagah berani angkat senjata di
medan perang dalam melawan penjajah. Masih banyak contoh pahlawan di
sekitar kita yang mengabdi demi kepentingan orang banyak.
Adalah Toyib, pria asal Indramayu yang bekerja sebagai tukang sapu
jalanan di daerah Senayan, Jakarta Pusat merupakan salah satu contoh
pengabdi masyarakat yang kita abaikan keberadaanya. Pria yang menjadi
korban kerasnya arus urbanisasi ini terlihat cukup lemas ketika ditanya
upah yang ia terima dari hasil pekerjaanya. Beliau mengeluh dalam hati
kecilnya karena upah yang diperolehnya dinilai kurang cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari “Saya bekerja sejak tahun 2002,
penghasilan saya Rp.10.000,- per hari yang dibayar setiap satu bulan.
Namanya hidup di Ibukota, penghasilan segitu mana cukup,” keluh Toyib.
Tak jarang beliau juga bekerja mengumpulkan barang-barang rongsokan yang
akan dijual kepada pengumpul barang bekas untuk menambah penghasilannya
sehari-hari.
Dengan hanya bermodalkan sapu lidi dan gerobak sampah, setiap hari
nya Toyib mengelilingi daerah Senayan hingga Kolong Slipi untuk
membersihkan jalanan sekitar agar terlihat bersih dan bebas dari sampah.
Beliau bekerja dari pukul 05.00 hingga 13.00 WIB dari hari Senin sampai
dengan Minggu. Setiap harinya pria yang selalu mengenakan rompi
berwarna
orange ini membersihkan sampah dari pagi hingga siang,
lalu sampah tersebut dikumpulkan dalam gerobak miliknya hingga sampah
tersebut diangkut oleh truk sampah pada keesokan paginya.
Pria yang
berperawakan kulit sawo matang dan tinggi tidak lebih dari 170cm ini
mengaku bahwa pekerjaan yang ia lakoni saat ini sebagai penerus ayahnya
yang telah pensiun “Saya dapat pekerjaan ini turunan dari ayah saya,
karena dulu ayah saya juga bekerja sebagai tukang sapu jalanan,” ucap
Toyib. Dalam menjalankan tugasnya, Toyib yang bekerja dibawah Dinas
Kebersihan Tanah Abang ini mengaku bersama 3 orang teman lainnya namun
dengan wilayah berbeda.
 |
| Toyib, penyapu jalanan yang diabaikan keberadaannya |
Banyak suka dan duka yang dilalui oleh Toyib selama ia bekerja
sebagai tukang sapu jalanan. “Lebih banyak duka daripada suka nya, tapi
mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tugas kita, semua itu saya jalani
dengan ikhlas”, ucap bapak dua anak ini. Beliau mengaku pernah hampir
tertabrak oleh kendaraan yang melintasi kawasan tempat ia membersihkan
sampah. Ia sering merasakan kepanasan saat cuaca panas, bahkan kehujanan
ketika musim hujan datang. Tak hanya itu saja, terkadang Toyib merasa
sedikit geram terhadap pengendara sepeda motor, mobil atau bahkan
pejalan kaki yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan di tempat
yang baru saja ia bersihkan. Tapi sekali lagi beliau ikhlas ketika
mengingat ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk membuat
daerah tersebut bersih.
Sungguh ironis jika Toyib memberikan pengabdian dalam membersihkan
lingkungan tetapi masih sering dipandang sebelah mata. Ia pun berharap
pihak Dinas Kebersihan bisa memberikan perhatian kepada ia dan
rekan-rekan sesama tukang sapu jalanan. “Saya berharap agar pemerintah
serta Dinas Kebersihan mau memperhatikan kami sebagai tukang sapu
jalanan, kalau tidak ada kami siapa lagi yang mau menyapu jalanan,”
harap Toyib.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh okezone.com pada hari Minggu, 20
Mei 2012 bahwa volume sampah di Jakarta mencapai 6.500 ton per hari.
Bisa dibayangkan jika dalam satu minggu para pembersih sampah jalanan
Ibukota melakukan aksi mogok kerja dikarenakan minimnya upah serta
kurangnya perhatian dari pemerintah, entah berapa banyak tumpukan sampah
yang mengotori Ibukota ini.
Sampai saat ini masih banyak pengabdi yang mendedikasikan dirinya
demi kepentingan orang banyak. Sosok seperti itulah yang harus kita
hargai keberadaannya. Mereka dengan ikhlas melakoni pekerjaannya dan
berjasa cukup besar tak ubahnya jasa para pahlawan kita terdahulu yang
membela negara kita tercinta ini.