Senin, 24 Desember 2012

Aksos Fikom di Tanah Sengketa



Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Senma Fikom) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)  kembali mengadakan Aksi Sosial (Aksos) pada Minggu (23/12) lalu di Jalan Hang Jebat, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara yang merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi pengabdian pada masyarakat ini bertajuk “Fikom Peduli Sesama”.

“Tujuan dari aksos kali ini agar dapat meningkatkan minat belajar dari anak anak sekitar dan kita juga memberi hiburan untuk mereka,” ungkap Dennindra Ramadhan selaku Koordinator Bidang III Senma Fikom. Selain memberikan pengajaran terhadap anak-anak sekitar, peserta juga melakukan pembersihan serta pembaharuan buku di perpustakaan Taman Siswa yang ada di wilayah itu. Buku-buku tersebut didapat dari sumbangan peserta dan mahasiswa UPDM(B). 

 “Karena tema aksos nya Edutainment for children dan kebetulan saya suka dengan anak-anak, menjadi salah satu alasan saya ikut kegiatan ini,” ungkap Hanifa Al Jufri, salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan ini. Peserta yang jumlahnya delapan orang ini cukup disayangkan oleh Rangga Gani Satrio peserta aksos lainnya. Menurutnya. hal ini dikarenakan jenjang aksos yang hanya selang satu minggu dari pelaksanaan baksos. “Kalau bisa untuk tahun depan diberikan jenjang waktu agak panjang dari baksos, jangan habis baksos lalu minggu depannya aksos,” tambah pria yang akrab disapa Rangga ini.

Tanggapan datang dari Darmawan, salah satu warga Hang Jebat terhadap aksos kali ini “acara nya menarik sangat bagus dapat menghibur anak-anak agar bisa bergembira lah walaupun keadaan kita masih seperti ini,” ucapnya. Beliau berharap agar kegiatan pendidikan anak seperti ini diperbanyak guna masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

Tak hanya pendidikan , acara aksos ini juga memberikan hiburan bagi anak-anak di Hang Jebat. Hiburan tersebut ialah pembacaan dongeng anak, nonton bersama film anak, serta penampilan musik sebagai penutup.

Konflik yang terjadi di Hang Jebat ini dimulai dari pengakuan atas kepemilikan tanah oleh Kementrian Kesehatan. Warga sudah tinggal di wilayah tersebut sejak tahun 1959, namun mulai tahun 1998 saat Undang Undang Agraria berubah menjadi sertifikasi, Kementrian Kesehatan membuat sertifikasi atas kepemilikan tanah tersebut. Hal inilah yang menjadi masalah sengketa di wilayah Hang Jebat ini.

Minggu, 29 Juli 2012

Dancing In the Rain



"Life isn't about waiting for the storm to pass... Its about learning to dance in the rain" - Vivian Greene

Seperti kata quote diatas, hidup bukan melulu tentang menunggu petir untuk lewat, tapi bagaimana kita bisa tetap menari dibawah hujan. Hal ini merupakan sebuah ungkapan untuk kita belajar tidak takut terhadap suatu masalah, sebesar apapun masalah yang kita hadapi apabila kita tetap menikmati nya, pasti kita akan tetap dapat melewatinya...

Dan saat saya melihat quote tersebut diatas, saya teringat akan film kesukaan saya Step Up 2 "The Streets" yang menceritakan bahwa ada seorang penari bernama Andy yang dikucilkan dari komunitas nya akibat ia memutuskan untuk masuk ke suatu sekolah. Singkat cerita saat ia dikeluarkan dari komunitas yang lama, ia tetap bersikeras untuk mengikuti kompetisi para penari jalanan yang biasa disebut kompetisi The Streets. Di sekolah baru nya, ia bertemu dengan salah satu murid yang juga sangat gemar menari, dia adalah Moose, cowok yang dianggap freak oleh teman-teman sekolahnya. Kemudian mereka berdua mulai mencari team untuk membuat group yang baru agar dapat bisa mengikuti kompetisi tersebut. Pada saat kompetisi tersebut, Andy Cs tidak diperbolehkan untuk mengikuti nya dikarenakan dianggap tidak bisa oleh panitia acara tersebut. Akhirnya Andy Cs memutuskan untuk tetap menari diluar tempat kompetisi tersebut berlangsung, meski dibawah hujan yang cukup deras. Dan benar saja seluruh penonton serta group Andy yang lama terkesima dengan penampilannya.

Nilai yang dapat dipetik dari film tersebut adalah ketika kita diremehkan dan tidak dipercaya, jadikan itu motivasi agar kita dapat membuktikan ke orang banyak bahwa kita bisa :))

Kepedulian di Tanah Sengketa




Anak-anak seharusnya menikmati masa nya diisi dengan keceriaan, bermain dan belajar namun berbeda dengan sekumpulan anak-anak yang berada di wilayah Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mereka harus tumbuh di tengah wilayah yang mengalami sengketa. Atas dasar tersebut, beberapa mahasiswa Universitas Prof.Dr.Moestopo (Bearagama) tergabung dalam kegiatan Edutainment For Childreen membuat acara kepedulian sekaligus buka puasa bersama yang bertajuk Spread The Love in Ramadhan pada Jumat, 27 Juli 2012 kemarin.

 “Awalnya ini merupakan suatu projek implementasi English In Society semacam mengajar bahasa Inggris pada anak-anak jadi kita menamai nya Edutainment For Childreen,” ungkap Siti Wulandari selaku projek leader komunitas tersebut. Education and Entertainment ini  sendiri merupakan kegiatan pendidikan kepada anak-anak di sekitar wilayah Hang Jebat dengan cara memberikan edukasi yang menarik, berbeda dengan cara yang dilakukan sekolah pada umumnya. Perempuan ber hijab ini menambahkan bahwa komunitas yang dibuat bersama teman-temannya ini bukan suatu WKM (Wadah Kegiatan Mahasiswa) yang terpatok pada program serta masa jabatan, melainkan komunitas ini terbentuk karena adanya panggilan hati.

Pada acara tersebut juga terdapat acara peresmian perpustakaan mini yang diberi nama “Taman Siswa” , perpustakaan ini mengadopsi nama dari sekolah yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Pembuatan perpustakaan ini  merupakan salah satu implementasi dari kegiatan Edutainment For Childreen, dengan harapan anak-anak yang berada di sekitar wilayah sengketa tersebut memiliki minat tinggi untuk membaca.
Awal sengketa tanah disini adalah pengakuan atas kepemilikan tanah seluas 57000m2 oleh Kementrain Kesehatan. Pada tahun 1959 tanah yang awalnya berupa rawa tersebut mulai dibangun sedikit demi sedikit oleh warga sekitar. Namun, mulai tahun 1998 saat Undang-Undang Agraria berubah menjadi sertifikasi, Kementrian Kesehatan membuat sertifikasi atas kepemilikan tanah tersebut. Hal inilah yang menjadi masalah sengketa tersebut.

Acara yang diselenggarakan Jumat kemarin tidak hanya sekedar peresmian perpustakaan mini saja, melainkan ada hiburan dari WKM Kosmik, pembacaan puisi, pembacaan dongeng islami, buka puasa bersama, kemudian ditutup dengan Sholat Isha berjamaah.

Rabu, 18 Juli 2012

Batas

Batas......
Dia bukan jarak, dia hanya seperti rasa cukup, mengisyaratkan sesuatu hanya sampai disini.
Seperti keset yang ada di depan pintu menandakan bahwa sebentar lagi kau akan memasuki rumah.
Seperti handphone yang dimatikan , ketika ingin menikmati waktu sendiri untuk membaca buku.
Seperti tepi laut pantai dan laut lepas ...
Terkadang ia seperti spasi, seperti koma, seperti tanda tanya, atau bisa jadi adalah titik.
Tergantung pada kau sampai bagian yang mana.
Mungkin saat ini kita sedang ada dalam sebuah batas
Terdapat garis yang kita buat untuk diri sendiri.
Ada kata cukup yang disodorkan ke permukaan
Batas seperti mengingatkan bahwa ada masa saat kita pernah bersama
Supaya kita tidak lupa bahwa kita tidak pernah mencinta tanpa batas itu
Kini tak lagi sama, Kita masih sering melihat tapi tidak pernah bersentuhan.
Kita masih saling menginginkan, tapi tidak ada lagi usaha sama seperti waktu itu.
Kita masih berdiri di tempat yang sama , tapi hanya melambai dari kejauhan.
Kita masih melewati tempat yang sama, tapi hanya bau parfummu yhang tercium
Yang cuma menjalankan tanggung jawabnya sekaligus sepertin pelerai
Mengajarkan kita merenung dan mengambil waktu .
Dia bukan jarak, juga bukan sebagai pelarian.
Hanya sebagai satu dunia , Hanya cukup, Hanya seperti sampai disini.
Tidak bisa lagi, Tidak sanggup lagi, Tidak mampu
Beberapa bahkan akan diiringi oleh kata tidak.
Dia adalah antara yang membuat kau dan aku sama-sama melihat pada hitam mata kita.
Lalu berucap sekian dan terima kasih........




NB : Penggalan puisi mengenai Batas yang dikirimkan oleh teman saya Dwi Retnaningtyas melalui VoiceNote......

Selasa, 10 Juli 2012

Arti Sebuah Proses


Mendengar kata Proses, hal yang pertama saya bayangkan adalah perjalanan menuju sesuatu apa yang kita inginkan. Setiap proses tidak ada yang benar-benar berjalan lurus semua pasti melalui jalan yang panjang dan berliku untuk membuat diri kita lebih baik lagi dari sebelumnya.

Kupu-kupu yang indah tampak cantik dengan sayap-sayap nya yang berwarna-warni . namun untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, tidaklah lantas langsung menjadi seperti itu, semua ada prosesnya dari seekor ulat lalu berubah menjadi kepompong sebelum akhirnya menjadi kupu-kupu yang cantik. Metamorphosis seperti itulah ggambaran dari sebuah proses.

Jumat (6/7) kemarin saya dan ke-empat teman saya menjalani Pendidikan dan Pelatihan tahap II yang diadakan oleh LPM Media Publica. Sebelumnya anggota Madya angkatan kami berjumlah 9 orang, kami menjalani sedikit gambaran tentang contoh sebuah proses selama 7 bulan terhitung sejak selesai Pendidikan dan Pelatihan tahap I. Namun ditengah perjalanan proses kami, dengan berbagai alasan beberapa teman kami memutuskan untuk mundur dan tidak melanjutkan proses tersebut.

Hingga sampai pada hari saat Diklat II diadakan hanya tersisa 4 dari 9 anggota madya nya. Pada awalnya, terselip keraguan dalam diri saya sendiri apa saya masih sanggup meneruskan proses tersebut melihat hanya tinggal 3 orang yang akan menjadi rekan kerja serta rekan berbagi motivasi dalam menjalankan organisasi ini kedepannya? . kemudian sempat terbesit di pikiran saya bahwa ini adalah suatu tantangan, dengan menjalankannya saya akan menjauh dari comfort zone dan menjalani proses tersebut hingga akhirnya saya dapat menemukan apa yang menjadi passion saya.

Saya memutuskan untuk tetap bertahan dan menjalani proses Diklat II bersama ketiga teman saya lainnya. Menjalani 4 hari Pendidikan dan Pelatihan di Gunung Bunder merupakan pengalaman baru dan menyenangkan bagi saya. Tak hanya mendapatkan materi mengenai organisasi khususnya, kami juga belajar tentang hidup, bagaimana kita siap untuk menjadi pemimpin, siap untuk dipimpin, bagaimana me-manage emosi, serta kerja sama team agar dapat membuang jauh rasa egois yang hanya memikirkan diri sendiri.
Hal tersebut juga merupakan contoh menjalani sebuah proses. Saat ini saya dan ketiga teman saya sudah menjadi anggota aktif di LPM Media Publica. Saatnya kita bersama-sama melakukan proses, tentunya dengan bimbingan serta nasihat dari kakak-kakak kami. Agar kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk kedepannya. Amin






Sabtu, 30 Juni 2012

BM Duren


Duren, buah yang besar dan berduri memiliki bau semerbak dan sangat menyengat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya. Sebenernya gue bukan orang yang sangat menggemari buah yang memiliki kulit seperti duri itu, namun berbeda semenjak kejadian ini.

Berawal dari Sabtu, (23/06) setelah gue pulang dari rumah temen untuk ngerjain tugas kelompok, bapak dan ibu ngajak gue ke pusat perbelanjaan Carefour untuk belanja bulanan. Saat asik keliling pusat perbelanjaan tersebut, mata gue terbelalak dan tiba-tiba mengalihkan pandangan pada rak buah yang berisi duren-duren yang bertumpukkan. Duren yang berjenis Monthong ini menggoda sekali untuk dibelah dan dimakan. Namun sayangnya bokap kurang suka sama buah ini, dan sebagai anak yang berbakti ceilah gue urungin niat untuk membeli dan membelah duren tersebut. azettt

Perjalanan pulang gue nulis di twitter kalo gw barusan ngeliat duren monthong yang sangat amat menggoda iman dan ternyata di TL kak Afni dan Kak Sonchyl (Senior di kampus) sedang membahas BM Duren dan tiba tiba Kak Sonchyl Retweet tweet gua ke Kak Afni dan Kak Cae , sedikit membahas nya kemudian diputuskan selesai UAS kita caoo nyari Duren.

Nah, Jumat kemarin adalah tanggal yang tepat. Hari itu gue dan Ketiga kakak senior berburu duren hingga sampai ke daerah Kalibata. haha akhirnya keinginan membelah dan menggigit duren Monthong itupun terpenuhi. Tapi sayang rasa duren nya ngga sesuai dengan ekspetasi gue yang melihat dan mencium bau duren yang syahdu waktu di Carefour.. Ya walaupun nggak sesuai ekspetasi rasanya, tetep lah puas, karena malam itu berhasil "membelah" dan "menggigit" duren rrrrrrrrr. BM pun terpenuhi :D


Menikmati Duren with Kak Soncil dan Kak Cae

Jumat, 08 Juni 2012

Penasaran


Maliq And D'essentials- Penasaran


Lyrics

kau bertanya mengapa kita terus berjalan
mencoba pertahankan meski ku tahu ada yang salah
benarkah ini hanyalah penasaran cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban cinta

impian bahagia akan menjadi nyata
bila ada rasa saling percaya
benarkah atau hanyalah penasaran cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban, mencari alasan cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban ’tuk terus berjalan
mencari alasan ’tuk terus bertahan
‘tuk terus berjalan



- Story :



Hari ini aku semakin Penasaran, Kepo atau semacamnya . Ah kenapa sulit sekali menghilangkan rasa penasaran ini. Berhari-hari aku memikirkan hal yang sama, tanpa tau apa jawaban dari rasa penasaran ku ini.
Aku yang biasanya kepo terhadap semua hal, kali ini terhenti dalam satu persoalan dimana aku sulit sekali untuk mencari tahu apa yang menjadi pokok penasaran ku….
Mungkin, seperti lirik lagu Maliq And D’essentials yang judulnya Penasaran,
“Aku dan kamu selalu menjadi pertanyaan tanpa sebuah alasan tentang cinta”
Itu mungkin saja.
Karena sampai saat ini juga kamu masih menjadi tanda tanya besar di dalam rasa penasaranku. Boleh aku mencari tahu? Boleh kamu memberi tahu ku apa yang menjadi penasaranku? Mungkin kamu lebih tahu dari aku? ah kamu pelit, kamu akan terus membiarkanku hidup dalam rasa penasaran yang tanpa pernah aku tau jawaban dari semua itu…
Aku akan terus berusaha mencari apa yang menjadi pokok penasaran ku, aku berharap jawaban dari semua itu adalah Aku+Kamu = Kita

Kamis, 07 Juni 2012

Waktu Indonesia Bagian Galau

Ada yang pernah bilang menulis itu adalah mengungkapkan kegelisahan kita yang tidak dpt kita ungkapkan lewat kata dan ucapan. Jadi hari ini saya ingin menulis tapi bingung apa yang harus saya tulis, ibarat kata nih gak ada inspirasi apa-apa, tapi tangan ini gatel pengen nulis.

Dua hari yang lalu, kebetulan malam hari nya hujan. Ketika gue lihat twitter, si Berry (@Berybep) menulis begini di timeline nya "Mentang-mentang hujan, kok banyak TL gue yang galau ya" dan benar saja di linimasa saya juga berkeliaran tweet dengan bahasa bahasa yang menunjukkan kegalauan.



Dari yang saya amati ada tiga jenis galau yang dituangkan melalui jejaring sosial twitter. Let's cekidot

1. Orang yang galau #nomention, tipe orang ini seakan dia berbicara kpada seseorang, tapi tak kunjung di mention ke orangnya. Seperti contoh begini : "Aku telah menunggumu sekian lama, namun semudah itu kau direbut oleh sahabatku" atau "emang enak rasanya gue bkin galau, inget gak dulu lo pernah gituin gue" dan semacam nya.
Biasa nya tipe orang yang kayak begini orang orang yang punya permasalahan ttg cinta seperti suka sama pacar orang, memendam perasaan bahkan, menyukai sahabatnya sendiri. Jeileeeee...

2. Tipe galau kedua adalah tipe tipe galau curcol. Biasanya orang begini sering memasukkan analogi-analogi suatu kejadian yang dihubungkan dg masalah percintaannya misalnya begini "Sendal aja ada pasangannya, masa lo kalah #ehh #alamak #keceplosan" atau "angkot aja punya jurusan, masa hubungan kita ga ada jurusannya sih #eaa" atau mgkin gini "indahnya bunga mawar tak seindah senyum mu di pagi hari #kode" . Biasanya tipe galau yang kedua ini menyertai hashtag hashtag untuk mendukung tweet tergalau nya. Kadang tipe galau ini lucu klo analogi nya sesuai dg kenyataan hahaaaa

3. Tipe galau yang satu ini tipe galau yang gak kreatif. Orang ini hanya me re-tweet account account galau seperti RadioGalauFm, Damnitstrue, Tweet Jodoh Ramalan dan banyak macam account account serupa. Mungkin jenis galau tipe ini tidak terlalu mau dianggap galau, jadi hanya me re-tweet saja..

Skian dari apa yang gue amati di linimasa dua hari yang lalu , seenggaknya gue telah mengungkapkan kegelisahan gue melalui tulisan ini... Heheeee. Intinya rasa galau itu manusiawi, tapi saat galau, ber-galau lah secara elegan.. hahaa

Selasa, 05 Juni 2012

Menertawai Diri Sendiri


Perlunya humor di kehidupan terkadang dapat membantu kita keluar dalam pikiran tidak bebas yang sering kali mengakibatkan stress. Seringnya kita terlalu fokus akan satu hal tak jarang melupakan kebahagiaan kebahagiaan yang seharusnya dapat kita temukan, namun karena hal tersebut kita melewati kebahagiaan itu begitu saja. Sehingga saat kita tersadar telah melewati hal-hal yang dapat membuat kita bahagia, kita akan tertawa, menertawai situasi bahkan menertawai betapa bodohnya diri ini membiarkan pikirannya terjerat dan terlalu fokus pada satu hal saja.

Dari kata-kata "menertawai diri sendiri" mungkin masih bingung apa makna yang sebenarnya. bahkan, mungkin ada yang berfikiran orang ini gila, sarap dan sebagainya karena menertawai diri sendiri. inilah persepsi saya mengenai hal itu

Sering kali kita tenggelam pada hal-hal yang membuat  kita khawatir dan memikirkanya terus menerus, memikirkan apa yang dikatakan oleh orang-orang, apa yang belum pernah kita miliki dan sebagainya. tidak dipungkiri, saya pun masih sering berfikir demikian. Padahal, intinya hidup itu untuk dinikmati bukan untuk di khawatirkan sehingga melupakan hal-hal penting yang dapat membuat kita lebih 'hidup'

You can't do all the things in the same time. ya kamu tidak dapat melakukan semua yang kamu inginkan secara bersamaan. Pasti akan ada yang terlewatkan dan pada kemudian hari akan mengingatnya hingga menyesal. Pada kondisi yang seperti itu, dibutuhkan suatu cara agar mengembalikan kepercayaan diri kita kembali dan move on dari penyesalan tersebut, yaitu menertawai diri sendiri. sulit memang melakukan hal itu apalagi disaat kita merassa down, dimana kita merasa sendirian. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa

Saat saya SMP, saya pernah datang ke musholla yang ada di depan gang rumah saya, kemudian terisak tangis saat menyesali apa yang telah terjadi. saat itu saya melakukan hal bodoh akibat iri dengan seorang teman dan saya sangat menyesali nya. Saat itu musholla sepi, tidak ada orang, yang ada hanya mimbar, barisan sajadah yang menjulang ke arah kiblat serta hiasan berlafazkan Allah SWT. Saat saya terisak, tiba-tiba ada yang menghampiri dan menertawai saya. Beliau adalah penjaga yang sering datang untuk membersihkan musholla. Beliau tertawa dan membiarkan saya menangis karena mungkin pikirnya setelah saya menangis saya akan lega. Beliau datang duduk di samping saya sambil masih tertawa, dan berkata

"Menangislah dan mengadu PadaNya, setelah itu tersenyumlah pada kehidupanmu, dan suatu saat kamu akan tertawai tangisan mu hari ini"



Senin, 04 Juni 2012

Sabtu Sendu jadi Seru


Sabtu, Hari yang sangat di takutin para jomblo-ers (katanya) sih, bagi kaum fakir asmara sangat di haramkan menyebut malam itu sebagai malam Minggu, mereka lebih suka menyebutnya dengan Sabtu Malam. Begitupun dengan gua yang sampai saat ini masih eheemm single, biasa menyebut hari itu adalah Sabtu malam, bukan sekedar ikut-ikutan, hanya ingin membedakan saja apa yang menjadi perbedaan antara kaum fakir asmara dan kaum berkekasih.

Hari itu, gue baru pulang dari les LIA di kampus, gue berfikir kalo malam hari itu tidak ada yang special. Hanya akan dihabiskan malam panjang itu di kasur atau menonton DVD. Tapi, semua itu berubah waktu temen gue, Goemy namanya BBM untuk kumpul bareng sekedar menjalin kembali silahturahmi antara teman-teman SMA yang hmm telah lama tak jumpa (oke bahasanya terlalu resmi) intinya sih ngajak nongkrong di caffe nya  (baca : rumah yang ada warungnya) baiklah daripada malam itu akan menjadi malam yang suram, gue putusin untuk pergi kerumahnya.

Satu persatu datang, dan membawa cerita tentang masa kuliah di masing-masing kampus nya. Julius yang kuliah arsitektur di Trisakti sangat nyambung berbincang dengan Dhika yang kuliah Teknik Sipil di PNJ. Gue yang kuliah Komunikasi pun tidak mau kalah menceritakan apa hal menarik yang dipelajari dikampus. Begitu pula Oliver dan Goemy yang sangat excited menceritakan kehidupan mereka di kampus .

Disamping menceritakan pengalaman di bangku kuliah, kami sempat bernostalgia mengingat masa duduk di bangku SMA dari kekonyolan , sampai kisah percintaan nya. Dimulai dari kisah cinta beda agama yang berakhir dengan tragis, kisah percintaan yang putus gara-gara masalah portal sampai kisah cinta yang sabar menunggu bertahun-tahun, namun tak kunjung mempunyai keberanian untuk mengutarakan nya. Semua masa indah itu hanya terjadi selama kami mengenakan putih abu-abu

Pembicaraan itu terhenti ketika ada seorang gadis yang lewat di depan kami berambut panjang dan berbaju merah, kami berebut untuk ngajak kenalan terlebih dahulu akhirnya kami memilih untuk gambreng. Ketika Julius dan Dhika sbg pemenang mereka memberanikan diri untuk mengejar dan mengajak kenalan gadis itu. Dan ternyata ZONK! Gadis itu tak sesuai harapan kami semua haha You know? Dari belakang diibaratkan sebagai gadis “Malam Minggu” tapi Depan diibaratkan sebagai gadis “Malam Jumat” hahhaha

Bicara tentang sahabat masa SMA memang tidak ada habisnya, walau mereka "brengsek" tapi itu yang membuat kangen dan selalu ingin berkumpul dengan mereka… 

Jumat, 11 Mei 2012

Carerr Clinic with Raditya Dika

Jumat (11/05) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) merupakan salah satu universitas yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk didatangi oleh Cita Cinta dan TUC yang bekerjasama dengan LPM Media Publica dalam membuat acara Career Clinic bersama Raditya Dika.


Acara tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga selesai bertempat di Laboratorium Humas UPDM(B). Sebelum acara dimulai para peserta yang cukup membludak itu melakukan registrasi ulang. Dengan pembicara Raditya Dika mustahil tidak membuat para massa untuk berdatangan mengikuti acara tersebut. Udah free, dapet Goodie Bag dan Sertifikat lagi, siapa yang gak mau?. #MentalMahasiswa

Peserta talkshow melakukan registrasi

Tepat pukul 9.00 acara dibuka oleh MC kak Alza yang membuat acara tersebut menjadi lebih menarik karena hmm gaya bicara nya yang "Sesuatu" itu . Setelah itu Pak Ipul selaku Wadek I Fikom memberi sambutan sekaligus meresmikan acara tersebut untuk dibuka. Setelah itu, kak Alza mengundang Redaktur Eksekutif Cita Cinta yaitu Mbak Lusi untuk menjadi moderator acara talk show tersebut. 


Mba Lusi menjadi moderator acara talkshow
Pembicara pertama yaitu Adenita seorang penyiar sekaligus penulis yang telah membuat 2 buku berjudul 9 matahari dan 23 . Kesimpulan dari Adenita ialah dalam melakukan proses menulis apablia terjadi stuck alias keabisan ide cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru , karena jika setelah melakukan sesuatu yang baru biasanya mendapatkan inspirasi untuk menulis kembali.  Satu jam lama nya Adenita menjelaskan dan berbagi pengalaman tentang buku dan cara menulisnya. 



Mba Adenita berbagi pengalaman menulisnya
Tepat pukul 10.30 pembicara yang ditunggu tunggu Raditya Dika muncul dan memperlihatkan batang hidungnya yang lebar itu. sontak seluruh peserta yang cewek-cewek khususnya berteriak histeris, ckckck. Ia membuka talkshow tersebut dengan gaya komedi nya yang konyol dan mampu membuat seisi ruangan tertawa.


Talkshow sekaligus Standup Comedy dari Raditya Dika

Bang Radit, panggilan akrabnya, berbagi pengalaman tentang awal ia menulis pada jaman SD dulu sering membuat diari dan bertukar dengan teman nya pada saat pulang sekolah. haha ini cukup konyol tapi awal dari menulis diari ini merupakan gerbang dia dalam menuju penulis yang sukses. 


Ia juga menceritakan bagaimana inspirasinya dalam membuat tulisan. "Pada dasarnya menulis komedi itu adalah kegiatan meluapkan kekesalan kita yang dilihat dari sisi lain sehingga membuat kita menertawakan kekesalan itu" cerita Bang Dika. Ia juga punya tips bagaimana tulisan yang dapat dibaca oleh orang banyak. Semakin sederhana tulisan kita, semakin mudah dimengerti oleh orang banyak. jadi menulis lah dengan sederhana tambahnya.


Diakhir talkshow ia membuat pesan apabila ingin menjadi penulis yang sukses satu ahal yang harus diingat "You don't have to be better, you have to be different"


setelah selesai, ada beberapa games yang cukup menarik, diantaranya gaya menirukan video ala TUC, dan Astri memberanikan diri untuk maju dan menjadi modelnya..


Astri memperagakan Video TUC bersama bang Radit
setelah itu ada lomba nge tweet galau dengan mention Cita Cinta dan TUC  dan salah satu pemenangnya adalah si Ratu Twitter Moestopo Rizky Damayanti (@daddededda) hahahhahaa

Bang Radit membacakan tweet galau dari Dadde
Dan acara pun usai. kami mendapat kenang kenangan berupa Goodie Bag dari TUC dan CIta Cinta Magazine.. 

Acara Talkshow yang sangat menarik, menambah pengetahuan tentang menulis :) Yooo Semangat untuk terus membuat tulisan yang menarik. Siapa tau bisa kayak Raditya Dika heheee. Keep Follow Your Passion :))

Selasa, 01 Mei 2012

Penantian. Keikhlasan atau Ketidakrelaan


Sedih saat penolakan benar harus direstui. Rasa lelah menanti, menunggu  hingga sampai pada akhir kebahagian kau dan dirinya, mendilema atas hati ini. Waktu yang kujalani, perlahan bertambah usia, seakan menjelaskan kepedihan. Keikhlasan atau munafik akan ketidakrelaan?, tentu semua seimbang di setiap sisi. Lagi-lagi kesempatan, menjadi titik temu antara doa dan harapan, berterima kasih pada kehidupan,bahwa kau belum mau menerima ku. Seiring mengingatkan akan prinsip yang ku junjung, hingga saat kau mengatakan ‘Iya’ nanti, mungkin itu mengakhiri kisah percintaan ku tanpa ada akhir sebelumnya. Saat ini yang kulakukan hanya menunggu, terbuka nya kembali hati yang telah terisi benih cinta. Sampai kapan? Aku pun tak tahu. Bulan selalu menyimpan kerahasiaan didalam diam nya. Begitu pun aku, selalu menyimpan apa yang aku rasakan, hingga pada saatnya nanti aku dapat menemukan pelabuhan yang tepat untuk mendeklarasikan apa yang selama ini aku rasa ..

Sedikit Lamunan, Terselip Cerita


Ada kalanya saya terdiam, terbayang bagaimana indahnya masa sekolah dulu. Masa putih abu-abu yang menjadi jembatan antara impian dan kenyataan. Terbayang masa dimana saya bebas berlaga dalam panggung keremajaan, bebas mengeluarkan apa yang dirasakan, bebas bermain, belajar hingga berlari bersama.  Terbayang dimana rasa malu malu akan percintaan remaja, berawal dari saling memandang antara dua bola mata, terjadi sentuhan ringan antara dua telapak tangan, menjadi indah saat bicara bersama , saling mengutarakan apa yang dirasa , menjalin hubungan, terselip kegalauan hingga berakhir dengan air mata. Ooh indahnya dunia ala remaja.
Saat solidaritas berbicara, hanya ada beberapa kawan dekat yang menjadi tumpuan. Dimana kami selalu membicarakan tentang sukses dan masa depan di akhir periode masa itu. Canda para peseragam pun selalu membawa keceriaan hari demi hari, memberi warna yang indah dalam masa itu. Tiba tiba ada yang menepuk pundak saya, dan saya tersadar bahwa semua itu sudah lewat dan hanya bisa untuk dikenang tanpa mungkin dapat kembali. Saat saya tersaadar, lamunan pun usai.

Jenis - Jenis Move On

Jaman sekarang itu lagi trend yang nama nya Galau dikalangan remaja tanggung alias ababil, ada pula pepatah yang mengatakan bahwa Habis Galau, Terbitlah Move On..

Move on. Kata yang nyebutinnya gampang, tapi ngelakuinnya susah.

Dari yang pernah gue liat, dan gue perhatikan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, move on itu ada 4 :  Coba gue jelaskan satu per satu... Cekidot :

1. Terpaksa Move On

Keadaan di mana kita belum ingin move on, tapi mau nggak mau harus move on.
Terjadi karena satu pihak sudah terlanjur move on, sedangkan pihak lain nggak bisa apa-apa dan akhirnya harus ikutan move on.

2. Pura-pura Move On

Ada saatnya kita harus berpura-pura sudah bisa move on, agar orang yang sedang dekat nggak canggung untuk memberi rasa baru demi terciptanya suatu hubungan baru.

3. Lupa Move On

Ini yang paling sering dan banyak terjadi.
Kita terjebak di kenangan dan kebiasaan lama, sampai akhirnya terbuai dan nggak jadi move on.

4. Kebelet Move On

Kebelet move on biasanya penyakit orang bosenan.
Siklusnya selalu sama: belum putus, tapi udah nggak betah, dan nggak sabar pengen cepet-cepet move on.


Begitulah sedikit tentang Move on. Move on itu cuma tentang waktu…

dan keikhlasan..

Berdamai dengan Hujan


Sudah setahun lamanya saya tidak posting sesuatu dalam blog ini, ya dari 2011-2012 jaraknya setahun kan? anggap saja begitu. Saat ini entah apa yang mau saya ceritakan, banyak kejadian menarik yang telah terjadi semenjak terakhir saya posting sesuatu di blog ini.

Mungkin, yang paling menarik adalah saat saya berdamai dengan hujan. Berdamai dalam artian, saya mampu duduk ber jam-jam hingga tidak sadar bahwa bus yang akan mengantar saya pulang, berlalu lalang. Saat itu sudah pukul 5 sore, awan diatas sana sudah mulai menunjukkan kemurkaannya ketika jam pulang kuliah telah tiba. saya terburu-buru untuk lari , mengejar cinta? tentu bukan, saya berpacu dengan waktu agar dapat tiba di halte bus sebelum awan mengeluarkan tangisannya.

Tepat saat saya tiba di halte bus, gerimis kecil mulai turun membasahi bumi yang sedari siang dibuat panas oleh terikya matahari. Bau tanah yang khas ketika dibasahi air dari langit itu, sudah mulai masuk dalam sela sela hidung saya.

Saya memutuskan untuk duduk dibawah halte bus , sembari saya menunggu di halte tersebut, saya mulai memperhatikan keadaan sekitar. Masih banyak orang yang berdamai dibawah gerimis yang akan membasahi ubun-ubun nya, mungkin untuk sekedar mencari sesuap nasi bagi keluarganya. sebut saja dia Ibu Mawar, seorang Joki 3in1 yang berada di daerah Senayan. Ia tetap menunggu datangnya orang yang membutuhkan jasanya agar dapat melewati jalan yang hanya diperbolehkan dilewati bagi mobil yang berpenumpang 3 orang atau lebih. sedari tadi Ibu Mawar tetap setia menunggu pelanggan, meski hanya menggunakan sebuah selendang untuk menutupi kepalanya, ia tetap sabar menunggu. Tak berapa lama, ada mobil berhenti, ia menggunakan jasa Ibu Mawar untuk dapat melewati jalur 3in1 tersebut, wow rejeki Ibu Mawar telah datang menghampirinya

Ah, sudahlah memikirkan diri sendiri saja sudah susah, malah mikirin orang lain. dalam hati berkata demikian. Lalu saya mulai mengalihkan pandangan ke arah depan, tempat saya duduk. Termenung, memikirkan betapa Tuhan itu adil rasanya. Tuhan membiarkan hujan turun , setelah ia memberi panas yang terik . Tuhan juga adil dalam memberikan setiap rezeki bagi orang yang mau berusaha dan tetap menunggu dengan sabar.

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam , saat saya tersadar bahwa ada tugas yang menanti dirumah. Tak lama setelah itu, bus yang akan mengantar pulang datang. Hujan mengiringi saya pulang. Hari ini saya sudah berdamai dengan hujan :)